Jumat, 21 September 2012

I.S.E - Chapter 1.2 : Laki-laki kedua yang bisa mengendalikan Infinite Stratos


Melipat kembali tendanya, dan memasukan kembali barang-barang nya kedalam tas besarnya. Shinji sudah bersiap untuk pergi.

“Tinggal pergi ke stasiun monorail itu” Sambil berjalan menuju stasiun Shinji ngomong sendiri. Sesampainya di stasiun sesuatu yang menghalangi kepergian Shinji datang.

[MONORAIL SEDANG DALAM PERBAIKAN]

“GAH! KENAPA PADA SAAT-SAAT BEGINI!” Teriak kesal Shinji melihat tanda pengumuman hologram yang tertera disana.

“Kalau aku berenang menyeberang kesana, tapi aku tidak kuat” Sambil memandang air laut didekatnya Shinji berpikir untuk pergi dengan berenang tapi tidak jadi.

“Baiklah, kalau begitu aku pergi berkeliling saja dulu” Shinji pergi meninggalkan stasiun monorail seraya berharap setelah selesai berkeliling monorail nya sudah diperbaiki.

Jalanan yang tadinya banyak siswi perempuan kini menjadi sepi. Tidak heran karena sekarang lagi jam belajar, Shinji pergi mengelilingi pulau akademi itu entah berapa kali sudah, sampai akhirnya dia mencoba untuk memasuki salah satu gedung akademi itu, lebih tepatnya stadion olah raga.

“Meh? Ini seperti, stadion sepak bola atau bagaimana ya?” Shinji bingung melihat bagian lapangan nya, kira-kira sebesar lapangan sepak bola, di ke empat ujung jalan masuknya seperti ada terowongan landasan pesawat tempur, tapi kelihatan kecil untuk sebuah pesawat.

Penasaran ingin melihat apa didalamnya Shinji langsung melompat ke arah landasan didekatnya. Terowongan landasan itu tidak terlalu panjang, sampai akhirnya di ujung jalan Shinji melihat sesuatu, seperti baju tempur bersayap, berdiri disana, ternyata itu Infinite Stratos.

”Wow, jadi ini ya Infinite Stratos itu?” Kagum Shinji sambil menyentuh IS tersebut. Shinji terus memandangi IS itu sampai mengelus-elusnya dengan detail, sampai akhirnya dia mulai iseng memakai IS itu yang-entah-punya-siapa.

“Orang-orang bilang IS tidak bisa dikendalikan oleh laki-laki kecuali si Ichika itu, jadi kurasa tak apa-apa kalau hanya mencoba pakai saja!” Dengan santainya Shinji memasangkan IS kebadan nya, tapi apa yang dipikirkan Shinji tidak sesuai karena tiba-tiba saja baju tempur itu terpasang dengan sendirinya di seluruh badan Shinji.

“Ehh, apa?” Panik Shinji ketika mesin IS itu mulai terpasang dibadan nya.

“Hebat! Ini apa aku yang benar-benar bisa memakai IS atau orang-orang itu berbohong laki-laki tidak bisa memakai IS?” Shinji dengan senang sekaligus terkejut menanyai dirinya sendiri karena bisa memakai IS.

“Tapi aku tidak punya hak untuk memakai IS ini terlalu lama” Shinji yang agak tidak peduli dapat mengendalikan IS berupaya melepaskan diri dari IS tersebut tapi sayangnya Shinji tidak mengerti cara melepasnya.

“Kenapa ini?” Shinji dengan agak panik menarik bagian tangan kirinya tapi tidak mau lepas, dilanjutkan dengan bagian kakinya juga tapi tidak mau lepas juga.

Shinji yang berputar-putar bingung dan panik karena tidak bisa lepas dari IS itu akhirnya menemukan solusinya. “Ah benar juga! Bagaimana kalau aku minta tolong dengan salah satu murid atau guru yang ada disini?”

Shinji pun dengan cepat berlari keluar dari stadion untuk mencari bantuan, tapi akhirnya dia tersadar kalau IS itu bisa terbang. “Kenapa aku capek-capek berlari kalau benda ini bisa terbang?” Shinji memegang kepalanya seraya baru sadar berpikir.

“Sekarang, bagaimana caranya membuat benda ini terbang ya?” Bingung Shinji sambil menoleh sayap IS nya, sampai akhirnya jet sayapnya menyala sendiri.

“Waow!” Shinji agak kaget setelah melihat jet sayapnya menyala.

Tapi karena Shinji masih tidak begitu mengerti mengendalikan IS itu akhirnya ia terbang tanpa terkendali. “WAH!!! TOLONG AKU!!! LEPASKAN AKU DARI BENDA INI!!!” Sambil terbang tak terkendali Shinji berteriak minta tolong.

Di sisi lain, tepatnya kelas 2-1, tempat Ichika dan teman-teman nya belajar terlihat sedang membaca suatu buku yang sepertinya berhubungan dengan persenjataan IS dengan damainya. Sampai akhirnya dari luar kaca kelas mereka terlihat Shinji yang terbang tak terkendali memakai IS.

Houki yang pertama kali melihatnya berdiri kaget melihat IS terbang tak terkendali itu. “Apa-apaan dia? Itu bukan nya Byakushiki Ichika?” Kaget Houki seraya mengingat bentuk IS itu dan siapa pilotnya.

Murid-murid lain nya pun ikut melihat keluar jendela karena penasaran ada apa disana.

“Ehh! Dia bukan nya laki-laki yang tadi pagi itu?” Kaget salah satu murid dikelas itu yang melihat Shinji tadi pagi.

“Dan dia bisa mengendalikan IS!” Kagum murid lain nya.

“Apa dia sedang menjalani tes masuk?” Salah satu murid lain nya penasaran.

“Apa-apaan dia itu?” Lin Yin yang juga melihatnya kelihatan jengkel. “Lagipula itukan IS punya Ichika!” Tambah marah lagi Lin Yin padanya seakan ada pencuri yang lewat.

“Laki-laki lain yang bisa mengendalikan IS?!” Guru dikelas itu, berambut hijau dan berkacamata, Yamada Maya terkejut melihat Shinji yang bisa membawa IS, sampai akhirnya datang guru yang lain, Orimura Chifuyu menghampiri Yamada-sensei.

“Apa anda lihat tadi?” Tanya Yamada-sensei.

“Ya, aku juga melihatnya” Jawab tegas Chifuyu-sensei. “Ichika!” Chifuyu memanggil adiknya.

“I-Iya?” Dengan agak takut Ichika mendekati kakak nya.

“Bisa kau jelaskan kenapa IS mu bisa sampai ada disana?” Tanya kejam Chifuyu dengan adik nya.

“A-Aku tidak tahu!” Panik Ichika harus menjawab bagaimana mengenai IS nya atau nasib pemuda yang terombang-ambing oleh IS itu.

“Kalau begitu jelas ini pencurian!” Seraya Chifuyu menemukan hasilnya. “Aku akan menghentikan nya!” Chifuyu langsung keluar dari kelas itu berupaya menghentikan ‘pencurian’ itu.

“AHH! BAGAIMANA CARANYA MENGHENTIKAN INI!!!” Dengan putus asa ditambah pusing karena berputar-putar diudara Shinji mulai lemas sampai akhirnya dia melihat IS lain sekitar 3 unit terbang mendekatinya yang salah satunya adalah Chifuyu-sensei dan 2 orang lain nya adalah penjaga sekolah itu.

“Ahh, pertolongan!” Shinji mulai berharap dapat bebas dari penjara IS nya, tapi nampaknya itu sesuatu yang tidak diharapkan oleh Shinji. Chifuyu-sensei mengambil senjata machine gun dari IS nya dan mulai menembaki Shinji.

“EHH?! APA!” Kaget Shinji karena ditembaki, tapi beruntung dengan gerakan refleks Shinji menghindari serangan itu.

“Oii, apa-apan itu!” Kaget Shinji sambil memarahi Chifuyu.

“Bisakah kau-“ Teriakan nya terpotong oleh serangan pedang tiba-tiba dari salah satu pasukan yang mendekatinya. Dengan refleks Shinji mengambil pedang IS nya dan menangkis serangan pedang itu.

“Oi, bisakah kau-” Lagi-lagi omongan nya terpotong oleh serangan penjaga itu lagi, tapi bisa ditangkis oleh Shinji sambil terombang-ambing karena masih tidak bisa mengendalikan IS nya.

Karena saking kesalnya tidak didengarkan Shinji mulai hilang kesabaran nya. “Baiklah, kalau itu jawaban nya, kuterima tantangan kalian!” Dengan marah Shinji mendekati salah satu penjaga itu dan melakukan tebasan bertubi-tubi kearahnya.

Saking banyaknya serangan yang dilakukan nya penjaga itu tidak bisa menahan pedangnya lagi dan terpental dari tangan nya. “Apa?!” Panik penjaga itu setelah kena serangan terakhir Shinji. Walau baru pertama kali menaikinya Shinji sudah mulai terbiasa memakainya meskipun dengan terbang agak kacau.

Chifuyu lanjut menembaki dengan machine gun nya, dengan terbang terombang-ambing Shinji bisa menghindari serangan itu lagi. Belum selesai sampai disitu salah satu pilot IS penjaga akademi yang lain datang bersiap menyerang Shinji dengan pedang nya dari atas.

Berniat untuk menangkis serangan itu secara tidak sengaja pedang Shinji langsung berubah menjadi Energy Sword. “Ehh? Kenapa ini?” Bingung Shinji melihat pedangnya berubah. Melihat kesempatan itu Shinji langsung berbalik menyerang penjaga itu hingga membuat pedang dan energy shield nya terbelah.

“Sial!” Kesal penjaga itu karena dikalahkan Shinji. Langsung setelah itu Shinji langsung terbang mendekati Chifuyu seraya ingin menyerangnya.

“Gawat!” Gugup Chifuyu-sensei didalam hatinya. Tepat sebelum tebasan terakhir mengenai Chifuyu, serangan Shinji berhenti. Ia pun mulai meminta tolong lagi.

“Kalau kau bisa mendengarku sekarang, tolong bantu aku” Sambil kecapaian Shinji memohon.

“Minta tolong apa?” Tanya Chifuyu dengan agak terdesak dan pelan. Shinji pun menyimpan pedang nya kembali dan menjawab.

“Bisakah kau memberitahuku bagaimana caranya melepas IS ini?” Dengan lugu langsung Shinji bertanya.

“Hah?” Chifuyu kebingungan mendengar pertanyaan dari sang ‘pencuri’ itu.

Sambil menghela nafas lega karena sudah mengerti apa maksudnya Chifuyu memerintahkan ke-dua penjaga yang sudah dikalahkan oleh Shinji untuk kembali. “Kalian berdua kembalilah. Biar aku urusi sisanya” Perintah Chifuyu kepada penjaga itu.

“Baik” Sahut dua penjaga itu bersamaan.

Setelah itu Chifuyu langsung mengajari Shinji cara melepas IS nya “Pertama kita harus mendarat dulu, pelan-pelan saja turun nya, atau kau akan hilang kendali lagi seperti tadi” Shinji mengikuti cara dari Chifuyu-sensei dengan agak oleng sampai akhirnya mereka berhasil mendarat.

“Kedua, setelah mendarat relaksasikan tubuhmu, jangan terlalu kaku atau tegang, dan tarik tangan dan kakimu perlahan” Chifuyu-sensei melanjutkan instruksinya sambil memberi contoh melepas IS nya. Shinji pun mengikuti cara Chifuyu-sensei lagi, setelah merelaksasikan tubuhnya perlahan ia menarik tangan kirinya dan berhasil terlepas, dilanjutkan dengan tangan kanan nya dan bagian kakinya.

“YEAH! AKU BEBAS!” Shinji melompat kegirangan setelah berhasil bebas dari IS nya. “Aku berhutang budi padamu!” Shinji menunduk hormat sekaligus hampir terharu karena keberhasilan nya.

“Tidak perlu berterima kasih sampai segitunya” Jawab Chifuyu. “Tapi, siapa kau ini?” Chifuyu mulai menanyai Shinji lagi.

“Namaku Shinji Sanada, aku seorang backpacker” Dengan posisi hormat militer dia memperkenalkan diri.

“Apa kau murid baru disini?” Tanya Chifuyu lagi.

“Bukan!” Jawab Shinji cepat sambil menggelengkan kepalanya.

“Lalu kenapa kau bisa sampai ada disini?” Chifuyu yang mulai penasaran menanyainya lagi.

“Yah, kalau dijelaskan keseluruhan ceritanya panjang, singkatnya aku terdampar disini karena hanyut dari sungai” Jawab jelas Shinji tapi singkat.

“Begitu ya, tidak heran bila tidak terlihat tadi” Chifuyu menambahkan alasan nya. “Jadi, apa yang kau lakukan selanjutnya?” Tanya Chifuyu lagi.

“Yah, aku akan pergi dari sini dan melanjutkan perjalananku” Jawab Shinji dengan agak terburu-buru. “Kurasa monorail nya sudah selesai diperbaiki” Tambah Shinji sambil melihat stasiun monorail.

“Apa kau, tidak punya keinginan untuk masuk ke akademi ini?” Dengan perlahan Chifuyu mulai mengajak Shinji untuk ikut masuk ke IS Academy.

“Enggak” Jawab Shinji tegas.

“Tapi kenapa?” Kaget Chifuyu mendengar respon nya. “Kau bisa mengendalikan Infinite Stratos, bukankah itu sesuatu yang hebat” Tambah Chifuyu lagi seakan ingin memaksa Shinji untuk masuk akademi.

“Meeh, bukan nya aku tidak suka sih” Jawab Shinji santai. “Tapi itu bukan jalan yang akan kutempuh nanti selanjutnya” Tambahnya lagi. “Lagipula itu hanya kebetulan saja aku bisa mengendalikan nya berkat bantuan anda, Selain itu aku juga tidak punya uang cukup untuk membayar masuk sekolah ini” Jelasnya lagi.

“Itukah menurutmu?” Dengan nada agak menyerah Chifuyu menjawab. “Lantas, kenapa kau ingin jadi pengembara?” Tanya nya lagi.

“Itu. Rahasia” Jawab Santai Shinji tapi tegas.

“Yap, kalau begitu aku pergi dulu” Shinji mengambil tas besarnya bersiap untuk pergi.

“Titip salam yang punya IS ini ya, bilang ‘Maaf sudah memakai IS mu tanpa izin’!” Sambil tersenyum Shinji menepuk IS nya dan berlari pergi meninggalkan Chifuyu.

Sesampainya di stasiun, tanda perbaikan nya sudah tidak ada, tapi nampak monorail nya belum datang dari stasiun diseberangnya. Selagi Shinji menunggu monorail nya datang, Ichika dan ke lima teman nya datang menemuinya sambil berlari, semua datang dengan tujuan berbeda.

“Pertama kau mencuri buah kesemek, sekarang kau mencuri IS!” Houki datang membawa katana seraya ingin membunuh Shinji.

“Kau betulan ingin kabur ya? Heh, dasar pecundang” Lin Yin datang mengejek sambil mengingatkan Shinji pertempuran nya dengan dia.

“Apa kau benar-benar ingin pergi sekarang?” Ichika datang ingin mengucapkan selamat tinggal pada Shinji.

“Tunggu dulu,” Shinji menghentikan pergerakan mereka tepat sebelum Houki menarik pedang nya. “Yang satu ingin membunuhku, yang satu ingin masih ngajak perang, kau ingin mengucapkan selamat tinggal,” Sambil menunjuk satu persatu Houki, Lin Yin dan Ichika. “Lalu yang tiga orang ini siapa?” Tanya Shinji sambil menunjuk Cecilia, Charlotte dan Laura yang juga ikut dengan tiga jari nya langsung.

“Ada masalah dengan itu?” Jawab Laura dingin.

“Yah, gak ada sih, Cuma tanya saja” Jawab Shinji santai.

“Apa kau tidak punya keinginan untuk masuk ke akademi ini?” Tanya Ichika seraya mengajak Shinji.

“Heh, kau orang kedua yang ingin mengajak ku” Jawab Shinji dengan santai. “Tapi sayangnya aku tidak bisa” Sambil melihat rel monorail Shinji menambahkan.

“Tapi kenapa? Padahal kau bisa mengendalikan IS!” Kaget Ichika sekaligus ingin memaksa Shinji juga.

“Maaf, tapi itu bukan jalan yang kutempuh nanti, lagipula aku bisa menaiki IS itu saja masih kacau, jadi aku tidak bisa mengendarai benda itu” Jawab jelas Shinji. Meski Ichika mencoba meyakinkan Shinji bahwa ia juga bisa menaiki IS tapi Shinji menolak ajakan nya.

Akhirnya monorail yang ditunggu Shinji datang, ia pun langsung bergegas masuk kedalamnya, tapi tepat sebelum masuk Shinji diserang oleh Houki dan Lin Yin yang masih marah dengan nya.

“Tunggu kau!” Jawab mereka bersama. Tapi dengan santai Shinji menahan kepala mereka dengan kedua tangan nya dan menyentil mereka mundur.

“Aduh!” Jawab Houki dan Lin Yin bersama karena disentil Shinji.

“Heh, bay-bayou” Shinji langsung masuk kedalam monorail dan pergi dari akademi itu sambil melambaikan tangan dari jendela.

“Ingat, suatu hari nanti kita pasti akan bertemu lagi!” Teriak Shinji dari jendela monorail. Ichika juga melambaikan tangan selamat tinggal pada Shinji, tapi tidak di ikuti dengan ke lima teman lain nya, terutama Houki dan Lin Yin yang masih marah dengan nya.

“Ahh sial! Dia kabur!” Kesal Lin Yin sambil menginjak-injak lantai.

“Oi! Masa kau biarkan saja maling itu!” Houki memarahi Ichika.

“Tidak usah khawatir mengenai IS Ichika” Chifuyu datang bergabung dengan mereka.

“Dia tidak ada maksud untuk mencuri, tapi hanya terjebak saja” Chifuyu menjawab dengan santai. “Oh iya, dia ada titip salam denganmu” Chifuyu mulai memberitahu Ichika.

“Apa itu?” Tanya Ichika penasaran.

“Maaf sudah memakai IS mu tanpa izin, itu bilangnya” Jawab Chifuyu.

Beberapa hari sudah berlalu semenjak Shinji pergi dari IS Academy, semuanya kembali berjalan normal. Sampai pada suatu pagi, Chifuyu datang dengan membawa sesuatu seperti karung hitam besar kedalam kelas Ichika, yang ternyata didalamnya bergerak-gerak!

“MNGH GAGNMH!!!” Terdengar jelas seperti orang yang ingin berteriak minta tolong ingin melepaskan diri dari penculikan.

Setelah Chifuyu mendirikan nya, dia membuka karung hitam itu dan ternyata didalamnya adalah Shinji Sanada! Lengkap dengan pakaian seragam IS Academy, putih bergaris merah dan hitam. Semua murid didalam kelas itupun terkejut melihatnya datang kembali.

“Dimana aku? Apa ini semacam lelucon?” Tanya Shinji dengan kebingungan sambil memandang sekelilingnya dengan pusing setelah beberapa lama didalam karung tadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar