Melipat kembali tendanya, dan
memasukan kembali barang-barang nya kedalam tas besarnya. Shinji sudah bersiap
untuk pergi.
“Tinggal pergi ke stasiun
monorail itu” Sambil berjalan menuju stasiun Shinji ngomong sendiri.
Sesampainya di stasiun sesuatu yang menghalangi kepergian Shinji datang.
[MONORAIL SEDANG DALAM PERBAIKAN]
“GAH! KENAPA PADA SAAT-SAAT
BEGINI!” Teriak kesal Shinji melihat tanda pengumuman hologram yang tertera
disana.
“Kalau aku berenang menyeberang
kesana, tapi aku tidak kuat” Sambil memandang air laut didekatnya Shinji
berpikir untuk pergi dengan berenang tapi tidak jadi.
“Baiklah, kalau begitu aku pergi
berkeliling saja dulu” Shinji pergi meninggalkan stasiun monorail seraya
berharap setelah selesai berkeliling monorail nya sudah diperbaiki.
Jalanan yang tadinya banyak siswi
perempuan kini menjadi sepi. Tidak heran karena sekarang lagi jam belajar,
Shinji pergi mengelilingi pulau akademi itu entah berapa kali sudah, sampai
akhirnya dia mencoba untuk memasuki salah satu gedung akademi itu, lebih
tepatnya stadion olah raga.
“Meh? Ini seperti, stadion sepak
bola atau bagaimana ya?” Shinji bingung melihat bagian lapangan nya, kira-kira
sebesar lapangan sepak bola, di ke empat ujung jalan masuknya seperti ada
terowongan landasan pesawat tempur, tapi kelihatan kecil untuk sebuah pesawat.
Penasaran ingin melihat apa
didalamnya Shinji langsung melompat ke arah landasan didekatnya. Terowongan
landasan itu tidak terlalu panjang, sampai akhirnya di ujung jalan Shinji
melihat sesuatu, seperti baju tempur bersayap, berdiri disana, ternyata itu
Infinite Stratos.
”Wow, jadi ini ya Infinite
Stratos itu?” Kagum Shinji sambil menyentuh IS tersebut. Shinji terus
memandangi IS itu sampai mengelus-elusnya dengan detail, sampai akhirnya dia
mulai iseng memakai IS itu yang-entah-punya-siapa.
“Orang-orang bilang IS tidak bisa
dikendalikan oleh laki-laki kecuali si Ichika itu, jadi kurasa tak apa-apa
kalau hanya mencoba pakai saja!” Dengan santainya Shinji memasangkan IS kebadan
nya, tapi apa yang dipikirkan Shinji tidak sesuai karena tiba-tiba saja baju
tempur itu terpasang dengan sendirinya di seluruh badan Shinji.
“Ehh, apa?” Panik Shinji ketika
mesin IS itu mulai terpasang dibadan nya.
“Hebat! Ini apa aku yang
benar-benar bisa memakai IS atau orang-orang itu berbohong laki-laki tidak bisa
memakai IS?” Shinji dengan senang sekaligus terkejut menanyai dirinya sendiri
karena bisa memakai IS.
“Tapi aku tidak punya hak untuk
memakai IS ini terlalu lama” Shinji yang agak tidak peduli dapat mengendalikan
IS berupaya melepaskan diri dari IS tersebut tapi sayangnya Shinji tidak
mengerti cara melepasnya.
“Kenapa ini?” Shinji dengan agak
panik menarik bagian tangan kirinya tapi tidak mau lepas, dilanjutkan dengan
bagian kakinya juga tapi tidak mau lepas juga.
Shinji yang berputar-putar
bingung dan panik karena tidak bisa lepas dari IS itu akhirnya menemukan
solusinya. “Ah benar juga! Bagaimana kalau aku minta tolong dengan salah satu
murid atau guru yang ada disini?”
Shinji pun dengan cepat berlari
keluar dari stadion untuk mencari bantuan, tapi akhirnya dia tersadar kalau IS
itu bisa terbang. “Kenapa aku capek-capek berlari kalau benda ini bisa terbang?”
Shinji memegang kepalanya seraya baru sadar berpikir.
“Sekarang, bagaimana caranya
membuat benda ini terbang ya?” Bingung Shinji sambil menoleh sayap IS nya,
sampai akhirnya jet sayapnya menyala sendiri.
“Waow!” Shinji agak kaget setelah
melihat jet sayapnya menyala.
Tapi karena Shinji masih tidak
begitu mengerti mengendalikan IS itu akhirnya ia terbang tanpa terkendali.
“WAH!!! TOLONG AKU!!! LEPASKAN AKU DARI BENDA INI!!!” Sambil terbang tak
terkendali Shinji berteriak minta tolong.
Di sisi lain, tepatnya kelas 2-1,
tempat Ichika dan teman-teman nya belajar terlihat sedang membaca suatu buku
yang sepertinya berhubungan dengan persenjataan IS dengan damainya. Sampai
akhirnya dari luar kaca kelas mereka terlihat Shinji yang terbang tak terkendali
memakai IS.
Houki yang pertama kali
melihatnya berdiri kaget melihat IS terbang tak terkendali itu. “Apa-apaan dia?
Itu bukan nya Byakushiki Ichika?” Kaget Houki seraya mengingat bentuk IS itu
dan siapa pilotnya.
Murid-murid lain nya pun ikut
melihat keluar jendela karena penasaran ada apa disana.
“Ehh! Dia bukan nya laki-laki
yang tadi pagi itu?” Kaget salah satu murid dikelas itu yang melihat Shinji
tadi pagi.
“Dan dia bisa mengendalikan IS!”
Kagum murid lain nya.
“Apa dia sedang menjalani tes
masuk?” Salah satu murid lain nya penasaran.
“Apa-apaan dia itu?” Lin Yin yang
juga melihatnya kelihatan jengkel. “Lagipula itukan IS punya Ichika!” Tambah
marah lagi Lin Yin padanya seakan ada pencuri yang lewat.
“Laki-laki lain yang bisa
mengendalikan IS?!” Guru dikelas itu, berambut hijau dan berkacamata, Yamada
Maya terkejut melihat Shinji yang bisa membawa IS, sampai akhirnya datang guru
yang lain, Orimura Chifuyu menghampiri Yamada-sensei.
“Apa anda lihat tadi?” Tanya
Yamada-sensei.
“Ya, aku juga melihatnya” Jawab
tegas Chifuyu-sensei. “Ichika!” Chifuyu memanggil adiknya.
“I-Iya?” Dengan agak takut Ichika
mendekati kakak nya.
“Bisa kau jelaskan kenapa IS mu
bisa sampai ada disana?” Tanya kejam Chifuyu dengan adik nya.
“A-Aku tidak tahu!” Panik Ichika
harus menjawab bagaimana mengenai IS nya atau nasib pemuda yang
terombang-ambing oleh IS itu.
“Kalau begitu jelas ini
pencurian!” Seraya Chifuyu menemukan hasilnya. “Aku akan menghentikan nya!”
Chifuyu langsung keluar dari kelas itu berupaya menghentikan ‘pencurian’ itu.
“AHH! BAGAIMANA CARANYA
MENGHENTIKAN INI!!!” Dengan putus asa ditambah pusing karena berputar-putar
diudara Shinji mulai lemas sampai akhirnya dia melihat IS lain sekitar 3 unit
terbang mendekatinya yang salah satunya adalah Chifuyu-sensei dan 2 orang lain
nya adalah penjaga sekolah itu.
“Ahh, pertolongan!” Shinji mulai
berharap dapat bebas dari penjara IS nya, tapi nampaknya itu sesuatu yang tidak
diharapkan oleh Shinji. Chifuyu-sensei mengambil senjata machine gun dari IS
nya dan mulai menembaki Shinji.
“EHH?! APA!” Kaget Shinji karena
ditembaki, tapi beruntung dengan gerakan refleks Shinji menghindari serangan
itu.
“Oii, apa-apan itu!” Kaget Shinji
sambil memarahi Chifuyu.
“Bisakah kau-“ Teriakan nya
terpotong oleh serangan pedang tiba-tiba dari salah satu pasukan yang
mendekatinya. Dengan refleks Shinji mengambil pedang IS nya dan menangkis
serangan pedang itu.
“Oi, bisakah kau-” Lagi-lagi
omongan nya terpotong oleh serangan penjaga itu lagi, tapi bisa ditangkis oleh
Shinji sambil terombang-ambing karena masih tidak bisa mengendalikan IS nya.
Karena saking kesalnya tidak
didengarkan Shinji mulai hilang kesabaran nya. “Baiklah, kalau itu jawaban nya,
kuterima tantangan kalian!” Dengan marah Shinji mendekati salah satu penjaga
itu dan melakukan tebasan bertubi-tubi kearahnya.
Saking banyaknya serangan yang
dilakukan nya penjaga itu tidak bisa menahan pedangnya lagi dan terpental dari
tangan nya. “Apa?!” Panik penjaga itu setelah kena serangan terakhir Shinji.
Walau baru pertama kali menaikinya Shinji sudah mulai terbiasa memakainya
meskipun dengan terbang agak kacau.
Chifuyu lanjut menembaki dengan
machine gun nya, dengan terbang terombang-ambing Shinji bisa menghindari
serangan itu lagi. Belum selesai sampai disitu salah satu pilot IS penjaga
akademi yang lain datang bersiap menyerang Shinji dengan pedang nya dari atas.
Berniat untuk menangkis serangan
itu secara tidak sengaja pedang Shinji langsung berubah menjadi Energy Sword.
“Ehh? Kenapa ini?” Bingung Shinji melihat pedangnya berubah. Melihat kesempatan
itu Shinji langsung berbalik menyerang penjaga itu hingga membuat pedang dan
energy shield nya terbelah.
“Sial!” Kesal penjaga itu karena
dikalahkan Shinji. Langsung setelah itu Shinji langsung terbang mendekati
Chifuyu seraya ingin menyerangnya.
“Gawat!” Gugup Chifuyu-sensei
didalam hatinya. Tepat sebelum tebasan terakhir mengenai Chifuyu, serangan
Shinji berhenti. Ia pun mulai meminta tolong lagi.
“Kalau kau bisa mendengarku
sekarang, tolong bantu aku” Sambil kecapaian Shinji memohon.
“Minta tolong apa?” Tanya Chifuyu
dengan agak terdesak dan pelan. Shinji pun menyimpan pedang nya kembali dan
menjawab.
“Bisakah kau memberitahuku
bagaimana caranya melepas IS ini?” Dengan lugu langsung Shinji bertanya.
“Hah?” Chifuyu kebingungan
mendengar pertanyaan dari sang ‘pencuri’ itu.
Sambil menghela nafas lega karena
sudah mengerti apa maksudnya Chifuyu memerintahkan ke-dua penjaga yang sudah
dikalahkan oleh Shinji untuk kembali. “Kalian berdua kembalilah. Biar aku urusi
sisanya” Perintah Chifuyu kepada penjaga itu.
“Baik” Sahut dua penjaga itu
bersamaan.
Setelah itu Chifuyu langsung
mengajari Shinji cara melepas IS nya “Pertama kita harus mendarat dulu, pelan-pelan
saja turun nya, atau kau akan hilang kendali lagi seperti tadi” Shinji
mengikuti cara dari Chifuyu-sensei dengan agak oleng sampai akhirnya mereka
berhasil mendarat.
“Kedua, setelah mendarat
relaksasikan tubuhmu, jangan terlalu kaku atau tegang, dan tarik tangan dan
kakimu perlahan” Chifuyu-sensei melanjutkan instruksinya sambil memberi contoh
melepas IS nya. Shinji pun mengikuti cara Chifuyu-sensei lagi, setelah
merelaksasikan tubuhnya perlahan ia menarik tangan kirinya dan berhasil
terlepas, dilanjutkan dengan tangan kanan nya dan bagian kakinya.
“YEAH! AKU BEBAS!” Shinji
melompat kegirangan setelah berhasil bebas dari IS nya. “Aku berhutang budi
padamu!” Shinji menunduk hormat sekaligus hampir terharu karena keberhasilan
nya.
“Tidak perlu berterima kasih
sampai segitunya” Jawab Chifuyu. “Tapi, siapa kau ini?” Chifuyu mulai menanyai
Shinji lagi.
“Namaku Shinji Sanada, aku
seorang backpacker” Dengan posisi hormat militer dia memperkenalkan diri.
“Apa kau murid baru disini?”
Tanya Chifuyu lagi.
“Bukan!” Jawab Shinji cepat
sambil menggelengkan kepalanya.
“Lalu kenapa kau bisa sampai ada
disini?” Chifuyu yang mulai penasaran menanyainya lagi.
“Yah, kalau dijelaskan
keseluruhan ceritanya panjang, singkatnya aku terdampar disini karena hanyut
dari sungai” Jawab jelas Shinji tapi singkat.
“Begitu ya, tidak heran bila
tidak terlihat tadi” Chifuyu menambahkan alasan nya. “Jadi, apa yang kau
lakukan selanjutnya?” Tanya Chifuyu lagi.
“Yah, aku akan pergi dari sini
dan melanjutkan perjalananku” Jawab Shinji dengan agak terburu-buru. “Kurasa
monorail nya sudah selesai diperbaiki” Tambah Shinji sambil melihat stasiun
monorail.
“Apa kau, tidak punya keinginan
untuk masuk ke akademi ini?” Dengan perlahan Chifuyu mulai mengajak Shinji
untuk ikut masuk ke IS Academy.
“Enggak” Jawab Shinji tegas.
“Tapi kenapa?” Kaget Chifuyu
mendengar respon nya. “Kau bisa mengendalikan Infinite Stratos, bukankah itu
sesuatu yang hebat” Tambah Chifuyu lagi seakan ingin memaksa Shinji untuk masuk
akademi.
“Meeh, bukan nya aku tidak suka
sih” Jawab Shinji santai. “Tapi itu bukan jalan yang akan kutempuh nanti
selanjutnya” Tambahnya lagi. “Lagipula itu hanya kebetulan saja aku bisa
mengendalikan nya berkat bantuan anda, Selain itu aku juga tidak punya uang
cukup untuk membayar masuk sekolah ini” Jelasnya lagi.
“Itukah menurutmu?” Dengan nada
agak menyerah Chifuyu menjawab. “Lantas, kenapa kau ingin jadi pengembara?”
Tanya nya lagi.
“Itu. Rahasia” Jawab Santai
Shinji tapi tegas.
“Yap, kalau begitu aku pergi
dulu” Shinji mengambil tas besarnya bersiap untuk pergi.
“Titip salam yang punya IS ini
ya, bilang ‘Maaf sudah memakai IS mu tanpa izin’!” Sambil tersenyum Shinji
menepuk IS nya dan berlari pergi meninggalkan Chifuyu.
Sesampainya di stasiun, tanda
perbaikan nya sudah tidak ada, tapi nampak monorail nya belum datang dari
stasiun diseberangnya. Selagi Shinji menunggu monorail nya datang, Ichika dan
ke lima teman nya datang menemuinya sambil berlari, semua datang dengan tujuan
berbeda.
“Pertama kau mencuri buah
kesemek, sekarang kau mencuri IS!” Houki datang membawa katana seraya ingin
membunuh Shinji.
“Kau betulan ingin kabur ya? Heh,
dasar pecundang” Lin Yin datang mengejek sambil mengingatkan Shinji pertempuran
nya dengan dia.
“Apa kau benar-benar ingin pergi
sekarang?” Ichika datang ingin mengucapkan selamat tinggal pada Shinji.
“Tunggu dulu,” Shinji
menghentikan pergerakan mereka tepat sebelum Houki menarik pedang nya. “Yang
satu ingin membunuhku, yang satu ingin masih ngajak perang, kau ingin
mengucapkan selamat tinggal,” Sambil menunjuk satu persatu Houki, Lin Yin dan
Ichika. “Lalu yang tiga orang ini siapa?” Tanya Shinji sambil menunjuk Cecilia,
Charlotte dan Laura yang juga ikut dengan tiga jari nya langsung.
“Ada masalah dengan itu?” Jawab
Laura dingin.
“Yah, gak ada sih, Cuma tanya
saja” Jawab Shinji santai.
“Apa kau tidak punya keinginan
untuk masuk ke akademi ini?” Tanya Ichika seraya mengajak Shinji.
“Heh, kau orang kedua yang ingin
mengajak ku” Jawab Shinji dengan santai. “Tapi sayangnya aku tidak bisa” Sambil
melihat rel monorail Shinji menambahkan.
“Tapi kenapa? Padahal kau bisa
mengendalikan IS!” Kaget Ichika sekaligus ingin memaksa Shinji juga.
“Maaf, tapi itu bukan jalan yang
kutempuh nanti, lagipula aku bisa menaiki IS itu saja masih kacau, jadi aku
tidak bisa mengendarai benda itu” Jawab jelas Shinji. Meski Ichika mencoba
meyakinkan Shinji bahwa ia juga bisa menaiki IS tapi Shinji menolak ajakan nya.
Akhirnya monorail yang ditunggu
Shinji datang, ia pun langsung bergegas masuk kedalamnya, tapi tepat sebelum
masuk Shinji diserang oleh Houki dan Lin Yin yang masih marah dengan nya.
“Tunggu kau!” Jawab mereka
bersama. Tapi dengan santai Shinji menahan kepala mereka dengan kedua tangan
nya dan menyentil mereka mundur.
“Aduh!” Jawab Houki dan Lin Yin
bersama karena disentil Shinji.
“Heh, bay-bayou” Shinji langsung
masuk kedalam monorail dan pergi dari akademi itu sambil melambaikan tangan
dari jendela.
“Ingat, suatu hari nanti kita
pasti akan bertemu lagi!” Teriak Shinji dari jendela monorail. Ichika juga
melambaikan tangan selamat tinggal pada Shinji, tapi tidak di ikuti dengan ke
lima teman lain nya, terutama Houki dan Lin Yin yang masih marah dengan nya.
“Ahh sial! Dia kabur!” Kesal Lin
Yin sambil menginjak-injak lantai.
“Oi! Masa kau biarkan saja maling
itu!” Houki memarahi Ichika.
“Tidak usah khawatir mengenai IS
Ichika” Chifuyu datang bergabung dengan mereka.
“Dia tidak ada maksud untuk mencuri,
tapi hanya terjebak saja” Chifuyu menjawab dengan santai. “Oh iya, dia ada
titip salam denganmu” Chifuyu mulai memberitahu Ichika.
“Apa itu?” Tanya Ichika
penasaran.
“Maaf sudah memakai IS mu tanpa
izin, itu bilangnya” Jawab Chifuyu.
Beberapa hari sudah berlalu
semenjak Shinji pergi dari IS Academy, semuanya kembali berjalan normal. Sampai
pada suatu pagi, Chifuyu datang dengan membawa sesuatu seperti karung hitam
besar kedalam kelas Ichika, yang ternyata didalamnya bergerak-gerak!
“MNGH GAGNMH!!!” Terdengar jelas
seperti orang yang ingin berteriak minta tolong ingin melepaskan diri dari
penculikan.
Setelah Chifuyu mendirikan nya,
dia membuka karung hitam itu dan ternyata didalamnya adalah Shinji Sanada!
Lengkap dengan pakaian seragam IS Academy, putih bergaris merah dan hitam.
Semua murid didalam kelas itupun terkejut melihatnya datang kembali.
“Dimana aku? Apa ini semacam
lelucon?” Tanya Shinji dengan kebingungan sambil memandang sekelilingnya dengan
pusing setelah beberapa lama didalam karung tadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar