“Apa-apaan ini!” Kesal Shinji
ketika dia dihadapkan oleh beberapa murid yang duduk disana.
“Nah semuanya, hari ini kita
kedatangan murid baru. Namanya-“ Chifuyu memperkenalkan Shinji kepada
murid-murid disana tapi terpotong oleh omongan kesal Shinji.
“Jadi kau yang menculik ku
kemarin ya?” Shinji memandangi Chifuyu dengan dengan marah seraya mengingat
kejadian sebelum diculik.
Flashback
Shinji sedang memancing di sungai
dengan santainya, meskipun ia kelaparan sore itu ia tetap bersabar untuk
menunggu ikan memangsa umpan nya untuk dijadikan makan malamnya. Sambil
berdengung ria Shinji memandangi pancingan nya. Sampai akhirnya dia diculik.
Shinji mendengar suara, seperti
suara mesin pesawat, tapi tidak sedekat itu dalam pikiran nya. Ia melihat ke
langit, tapi kosong. Akhirnya Shinji tidak mempedulikan suara itu lagi, ia
lebih fokus kepada pancingan nya.
Tanpa disadarinya ada yang datang
diam-diam dibelakangnya. Sesuatu yang tertutup oleh bayangan, besar dan
sepertinya bersayap, seperti sayap pesawat kecil mendekatinya. Tepat sebelum
orang misterius itu menyentuhnya, ia langsung terbang menerjang Shinji dan
menangkapnya.
“GAH! Apa-apaan ini?!” Kaget
Shinji setelah ditangkap, ia berusaha untuk melawan, tapi orang misterius itu
memasukan karung ke kepalanya dan mengikatnya kuat-kuat.
“LEMHPHSKN AKH!” Shinji
meronta-ronta ingin melepaskan diri sambil berteriak, tapi sayang tidak ada
orang yang melihatnya ataupun menolongnya ditengah hutan saat itu. Akhirnya
orang misterius itu membawa Shinji terbang entah kemana.
Return
“Jangan ngomong yang tidak sopan
pada gurumu!” Chifuyu tidak peduli ocehan Shinji dan malah memarahi balik.
“Siapa peduli? Kau bukan guru ku!
Dan juga aku bukan murid disini!” Balas kesal Shinji pada Chifuyu.
“Ooh, tapi tidak dengan
sekarang!” Sambil tersenyum licik Chifuyu menunjukan suatu dokumen yang
sepertinya berhubungan dengan surat masuk.
“Berdasarkan surat masuk edaran
pemerintah daerah Jepang, dengan ini menyatakan Shinji Sanada, dinyatakan
sebagai MURID IS ACADEMY!!!” Shinji membaca surat itu dan kaget melihat bagian
akhirnya.
“Yang bertanda tangan dibawah
ini, Wali: Orimura Chifuyu!” Lanjut kagetnya lagi.
Langsung saja para siswi dikelas
itu mulai membisiki siapa dia itu sebenarnya.
“Dia ini kenalan nya
Chifuyu-sensei ya?” Bisik siswi yang duduk ditengah pada teman sebelahnya.
“Tapi dia bilang wali?” Bingung
salah satu siswi lain nya.
“Apa dia ini satu keluarga dengan
Orimura?” Siswi yang paling ujung kanan bertanya pada teman didepan nya.
“Hei Ichika, apa dia ini
sepupumu?” Tanya teman sebangku Ichika.
“Y-yah, sebenarnya dia-“ Dengan
agak ragu Ichika menjawab, tapi terpotong oleh suara kekesalan Shinji pada
siswi yang menanyai Ichika.
“Tentu saja buk-“ Tepat sebelum
Shinji selesai bicara dia langsung ditampar Chifuyu dijidatnya sampai terjatuh.
“Yah, sebenarnya, dia adalah anak
dari teman dekatku yang juga kebetulan adalah pilot IS juga. Dia menitipkan
anak nya disini karena keunikan nya yang bisa menaiki IS, karena itu aku mau
menjadi wali nya” Bohong Chifuyu kepada murid-murid disana.
“Ehh? Aku baru tahu ternyata
kamu...” Penasaran Ichika yang percaya saja pada perkataan kakak nya.
“Tentu saja ti-” Kesal Shinji
lagi, tapi tepat sebelum selesai bicara Chifuyu langsung menginjak Shinji yang
terjatuh dilantai.
“Yah, dia sifatnya memang seperti
ini, jadi harap dimaklumi” Lanjut bohong Chifuyu lagi.
“Oh iya, aku lupa memberitahu
nama dia, namanya adalah Shinji Sanada, ayo beri salam kau!” Sambil menunjukan
Shinji yang masih kaku di injaknya, Chifuyu menyorotkan mata jahat padanya.
“N-Namaku Shin-ji Sanada, salam
kenal...” Sambil dalam keadaan sakit terinjak dan terpaksa Shinji
memperkenalkan dirinya.
“Bagus!” Chifuyu langsung tersenyum
dan membangunkan kembali Shinji.
“Kau duduk disebelah sana nanti”
Chifuyu lalu menunjukan kursi kosong yang ada dibelakang Lin Yin.
“Ehh?! Aku tidak mau!” Lin Yin
tidak setuju Shinji duduk didekatnya.
“Apa masalahmu lagi, gadis
twintail? Soal celana dalam itu lagi?” Tanya Shinji dengan agak jengkel juga
melihat Lin Yin lagi.
“Bukan hanya itu! Tapi KARENA AKU
MEMANG TIDAK SUKA ORANG SEPERTI KAU!” Lin Yin dengan marah meneriaki Shinji.
“Yah, kalau orang lain tidak
suka, aku mau pindah tempat duduk yang juga jauh darinya” Jawab Shinji dengan
nada malas adu mulut.
“Baiklah kalau begitu, meskipun
aku tidak tahu apa permasalahmu dengan nya” Balas Chifuyu sambil memegang
kepalanya karena pusing.
“Yurika! Kau bisa pindah tempat
duduk dikursi kosong itu?” Chifuyu menunjuk murid yang duduk dipaling pojok
belakang untuk pindah.
“Baik, sensei” Murid itu menuruti
permintaan Chifuyu dan pindah tempat duduk.
“Nah, kau bisa duduk dengan
tenang disana sekarang, ada yang bisa kubantu lagi?” Tanya Chifuyu pada Shinji.
“Ya, kapan aku bisa bebas dari
penjara ini?” Dengan nada agak kasar Shinji menjawab.
“Tepat setelah kau lulus dari
tempat ini, sekarang pergilah ketempat dudukmu!” Chifuyu menutup pertanyaan
Shinji seraya memaksanya untuk duduk.
“2 tahun lagi, ini gila” Kesal
Shinji dalam hati sambil pergi ketempat duduknya dengan sangat terpaksa di
ikuti dengan seluruh murid yang memandanginya terus.
“Kalau begitu aku serahkan
sisanya padamu, Yamada-sensei. Dan maaf semuanya bila sambutan nya tidak cukup
hangat tadi” Setelah menunduk pamit Chifuyu langsung pergi meninggalkan kelas
itu.
“Kalau mau sambutan yang hangat,
bawakan flamethrower saat kesini!” Bisik kesal Shinji sendirian.
Kelas pun kembali tenang,
meskipun sebagian ada murid-murid yang memperhatikan Shinji terus, Shinji tidak
peduli dengan perhatian mereka, meskipun dia membaca buku pelajaran tentang IS
yang diberikan oleh Chifuyu dengan muka cemberut dan malas.
Yamada-sensei pun tidak bisa
berbuat banyak terhadap murid barunya ini, dia hanya bisa terdiam melihatnya
apa yang sedang Shinji lakukan.
Sampai beberapa saat Shinji
mengangkat tangan kanan nya dan berdiri.
“Aku mau ke kamar kecil” Shinji
dengan datar meminta izin kepada Yamada-sensei didepan nya.
“Ehh, iya. Silahkan” Dengan
malu-malu dan agak takut Yamada-sensei mengizinkan Shinji keluar.
Shinji pun keluar ruangan sambil
dipandangi oleh murid lain nya, tapi ia tetap tidak mempedulikan nya.
Sampai didepan pintu Chifuyu
sudah berdiri disana bersiap menjaga ketat Shinji.
“Mau kemana kau?” Tanya Chifuyu
pada Shinji.
“Aku mau ke kamar kecil, memang
tidak boleh ya?” Jawab jengkel Shinji pada Chifuyu.
“Jaga omongan mu itu!” Dengan
sedikit marah Chifuyu membentak Shinji.
“Memangnya aku ini tahanan
penjara ya?” Keluh protes Shinji.
“Kalau kau tidak mau ke WC
sebaiknya kau kencing saja dicelana” Seraya Chifuyu memperingatkan Shinji
dengan sedikit nada mengejek.
Shinji pun dengan pasrah pergi ke
WC dengan pengawalan Chifuyu.
Shinji merasa bahwa dia berada di
akademi ini seperti tahanan penjara kelas kakap yang dijaga super ketat
pengawasan nya.
Sesampainya di kamar kecil
Chifuyu menunggu diluar, Shinji ternyata memang ingin buang air kecil, meskipun
ia agak merasa aneh ketika masuk ke kamar kecil yang hanya ada untuk perempuan.
Sambil buang air kecil, Shinji
bertanya sama Chifuyu mengapa ia dipaksa masuk IS academy.
“Oi, sensei!” Teriak Shinji dari
dalam WC memanggil Chifuyu.
“Panggil aku Chifuyu-sensei, ada
apa?” Chifuyu menyahut panggilan Shinji sambil mengoreksi nama panggilan nya.
“Chifuyu-sensei, kenapa kau
segitu ingin nya aku berada disini?” Tanya Shinji kali ini dengan sangat serius
dan dalam.
“Karena kau bisa menaiki IS”
Jawab Chifuyu.
“Selain itu? Pasti ada alasan
yang lain selain itu” Lanjut Shinji bertanya.
“Karena... Aku tidak ingin kau
dimanfaatkan oleh pemerintah saja” Jawab Chifuyu dengan serius juga.
“Hah?” Bingung Shinji mendengar
jawaban Chifuyu.
“Aku hanya tidak ingin bila dunia
mengetahui kalau ada pengguna IS laki-laki kedua di dunia ini atau, kau akan
bernasib hampir sama seperti dia” Chifuyu memberikan alasan nya mengapa ia
menahan Shinji.
“Dia? Maksudmu si Ichika?” Tanya
Shinji siapa yang dimaksud dengan ‘dia’.
“Ya” Jawab Chifuyu singkat.
“Heh, hanya itu saja?” Shinji
membalas jawaban Chifuyu dengan enteng nya sambil menutup kembalik celana nya
karena sudah selesai buang air kecil, tapi ia tetap berdiam diri didalam WC
untuk berbicara lagi dengan Chifuyu-sensei.
“Kenapa kau tetap tenang saja
mendengarnya?” Chifuyu dengan rasa agak cemas menanyai Shinji.
“Sebenarnya, kalau kau dari awal
sudah membiarkan aku pergi dari sini, aku sudah baik-baik saja” Jawab Shinji.
“Kenapa? Kau ingin mencoba pergi
lagi dari sini?” Chifuyu mulai berhati-hati dengan ucapan nya bila Shinji ingin
melarikan diri.
“Sebenarnya iya, tapi ada satu
hal yang kau perlu sadari” Shinji berkata jujur ingin melarikan diri sekaligus
memberitahu sesuatu pada Chifuyu.
“Satu kesalahan yang kau buat
adalah menulis nama ku didalam surat masuk siswa tadi, itu berarti sama saja
artinya memberitahu pemerintah bahwa aku ada disini” Shinji menjelaskan.
“Tidak perlu khawatir soal surat
itu, itu hanya surat daftar palsu yang kubuat” Jawab Chifuyu agak mulai tenang.
“Apa? Cih, ternyata kau licik
juga ya!” Kaget dan kesal Shinji mendengar penjelasan Chifuyu.
“Aku akan lakukan apapun agar
kejadian itu tidak terulang lagi! Walaupun harus berbohong sekalipun” Seraya
Chifuyu bersumpah karena kejadian yang telah menimpa Ichika dulu.
“Meeh, sampai segitunya kah kau
ingin menjaga aku? Sampai-sampai harus berbohong demi kebaikan orang lain”
Heran Shinji dengan santai pada Chifuyu.
“Dengar ya, meskipun kau berusaha
untuk menjagaku, aku akan baik-baik saja meski tanpa pengawalan!” Sambung nya
lagi.
“Apa itu? Semacam alasan untuk
melepaskan diri lagi? Kau tidak tahu apa-apa tentang pemerintah!” Chifuyu
memperingatkan Shinji.
“Lantas, kenapa sampai sekarang
aku tidak tertangkap oleh pemerintah saat ini?” Shinji mempertanyakan alasan
Chifuyu lagi.
“Karena... Itu...” Chifuyu sudah
kehabisan kata-kata untuk menahan Shinji di IS Academy.
Setelah itu Shinji keluar dari
kamar kecil sambil memperingatkan Chifuyu dengan nada agak menakut-nakuti.
“Selain itu, kalau ada seseorang
yang berani atau sengaja menghalangi jalanku, aku tidak akan segan-segan untuk
menghajarnya” Seraya Shinji menutup topik permasalahan itu, tanpa berkata
apa-apa Chifuyu langsung membawa Shinji kembali ke kelasnya.
Kembali ke kelas, guru dan
murid-murid disana kembali belajar seperti biasanya, sampai akhirnya Shinji
kembali setelah buang air kecil, kelas kembali diam dan langsung memandanginya.
Shinji pun kembali duduk dikursi
pojokan nya dan heran kembali melihat mereka yang kembali terdiam dan terus
memandanginya.
“Bisakah kita belajar dengan
normal? Aku ini bukan papan tulis tahu!” Kesal Shinji karena dipelototi terus.
Bel jam istirahat pun berbunyi,
kelas yang tadinya sibuk belajar dengan agak was-was karena Shinji tadi akhirnya
mulai jadi sedikit santai, meskipun sebagian masih ada yang terus memandangi
Shinji karena masih penasaran dengan nya. Shinji lalu memutuskan untuk pergi
makan siang dikantin.
Ada yang mencoba ingin berkenalan
dengan nya, tapi entah mengapa karena raut muka kesal Shinji mereka jadi tidak
berani karena takut. Shinji masih tidak mempedulikan mereka yang terus
memandanginya, meskipun ia agak tidak suka karena terus dibuntuti.
Sesampainya Shinji di kantin
sekolah, ia merogoh kantong celana nya yang agak tebal, didalamnya ternyata ada
dompetnya yang dikiranya masih tergeletak ditempat ia memancing hari itu.
Shinji tidak peduli bagaimana bisa dompet nya itu berada dikantong celananya,
tapi ia menduga pasti Chifuyu-sensei lah yang telah mengambil barang-barang nya
disana.
Sambil melihat isi dompetnya
karena takut ada yang hilang didalamnya Shinji melihat-lihat menu makan siang
yang tertera di hologram-board diatas kepalanya, beruntung di dompetnya ia
tidak menemukan sesuatu yang hilang didalamnya. Akhirnya ia memesan nasi kare
buat makan siangnya.
“Paman, aku minta nasi kare satu
ya!” Shinji memesan nasi kare kepada penjaga kantin disana, kali ini raut
wajahnya mulai terlihat agak tenang.
“Ahh, ini silahkan” Dengan ramah
penjaga kantin itu memberikan satu piring nasi kare hangat kepada Shinji.
“Berapa semuanya?” Dengan lugu
Shinji menanyakan harga nasi kare yang ia dapat. “Ha ha ha ha! Kau tidak perlu
membayar nasi kare itu nak! Semua murid disini sudah dapat uang makan
sehari-hari untuk setiap jam makan nya!” Sambil tertawa penjaga kantin itu
memberitahu Shinji mengenai bayaran makanan nya.
“Ehh? Apa tidak apa-apa anda
tidak dibayar untuk ini?” Kaget Shinji mendengar penjelasan penjaga kantin itu.
“Tidak masalah, aku sudah dibayar
perbulan untuk ini, itu sudah cukup untuk membayar keperluan istri dan anak ku
diluar sana” Jawab santai sambil tersenyum penjaga kantin itu.
“Wah, kalau begitu syukurlah.
Kukira disini terlihat lebih buruk daripada penampilan luarnya” Shinji lega
mendengar penjelasan penjaga kantin itu lagi sambil memandang sekeliling
berjaga-jaga kalau Chifuyu-sensei mencuri dengar omongan nya, tapi untungnya
tidak ada.
Shinji pun keluar dari tempat
antrian makanan sambil membawa senampan nasi kare hangat, lalu ia mencari meja
kosong buat makan. Dilihatnya ujung meja bar panjang didekat jalan keluar dan
mesin penjual otomatis, disana kosong dan akhirnya Shinji memilih untuk duduk
disana. Tidak ada orang yang mengikuti Shinji, jadi ia sendirian makan
dipojokan sampai Ichika datang menghampirinya untuk menemaninya.
“Boleh aku duduk disini?” Tanya
Ichika seraya meminta izin Shinji sambil membawa nampan semangkuk nasi, sup
miso, dan ikan bakar.
“Ya, silahkan” Jawab Shinji
dengan wajah muram. Tepat sebelum Ichika duduk disampingnya Lin Yin datang
mencegatnya untuk menjauhi Shinji.
“Ngapain kamu bersama dia? Awas
nanti kamu ketularan mesumnya!” Sambil menarik Ichika menjauhi Shinji dengan
agak kasar.
“Y-Yah, tapi...” Ragu Ichika apa
dia ikut dengan Lin Yin atau menetap dengan Shinji.
“Pergilah” Jawab Shinji dengan
dingin. “Lagipula kau juga bukan temanku” Lanjut omongnya kali ini dengan nada
agak sakit hati.
Ichika heran dengan sikap
perubahan Shinji yang langsung berubah 180 derajat, yang pada awal nya pertama
kali bertemu terlihat bersahabat dan santai, kini menjadi dingin dan
penyendiri. Apa Shinji segitu tidak suka nya berada disini? Atau karena paksaan
Chifuyu-sensei dia jadi begitu? Entahlah kenapa.
Ichika pun terpaksa menjauhi
Shinji karena ditarik oleh Lin Yin, meninggalkan Shinji yang memakan nasi kare
nya sendirian, tanpa teman. Shinji didalam kesendirian nya memandang sekeliling
bila ada yang mendekatinya lagi, tapi tidak ada.
Sampai ketika ia melihat kamera
CCTV disalah satu pojok langit-langit Shinji langsung mendapatkan ide untuk
melarikan diri. Lalu ia pun mempercepat makan nya dan langsung pergi
meninggalkan kantin.
Berlari di koridor dengan cepat
tapi pasti Shinji memandangi setiap sudut langit-langit yang ia lewati,
menghindari pengamatan kamera CCTV disekitarnya.
Shinji akhirnya berlari sampai
diruang keamanan, ternyata dia bermaksud melarikan diri dari IS Academy dengan
mematikan penjagaan terlebih dahulu. Sesampainya didepan pintu ruang penjaga,
ia melihat ada scanning card di dekat pintunya, ternyata pintu itu tidak bisa
dibuka tanpa pass card nya.
Shinji pun kesal karena
rencananya mau gagal, tapi ternyata ia tidak habis akal, dilihatnya
Chifuyu-sensei dari kejauhan sedang mengantongi suatu kartu, mungkin itu adalah
pass card nya, di kantong celana belakang nya ia berjalan menjauhi ruang
keamanan. Shinji berencana untuk mengambil pass card itu. Shinji pun berkhayal
untuk menirukan aksi mencopet dalam game stealth-action yang pernah ia mainkan
dulu.
Sambil menunduk dan berjalan
perlahan memperhatikan dengan seksama langkah kakinya dan menghindari
pengawasan kamera CCTV yang bergerak perlahan ke kiri dan ke kanan Shinji
mendekati Chifuyu-sensei yang tidak sadar merasakan keberadaan nya dan
untungnya lagi tidak ada orang lain disana yang melihat aksinya.
Perlahan tapi pasti, Shinji mulai
mendekati Chifuyu-sensei sambil merasa malu-malu dan tegang bila dia salah
mengambil pass card nya dan malah terpegang pantatnya.
Kesempatan datang! Shinji
langsung mendekati kantong celana belakang Chifuyu-sensei dan mengambil pass
card nya, tanpa disadari oleh Chifuyu-sensei.
Shinji langsung melakukan roll
back ke belakang bak sampah besar yang ada di dekatnya dan menyembunyikan diri
sementara dari pandangan Chifuyu-sensei bila ia menyadari sesuatu
dibelakangnya. Sambil bersembunyi dan melihat pass card ditangan nya Shinji
tersenyum melihat tanda kemenangan pada dirinya.
Kembali ke pintu ruang keamanan,
Shinji menggesek kan pass card di scanning card disamping pintu masuk nya dan
terbuka. Di dalam sana ada 2 penjaga wanita yang sedang mengawasi kamera CCTV
dengan serius, untung tadi Shinji mewaspadai kamera CCTV nya sewaktu menuju
kemari supaya tidak ketahuan.
Shinji kembali mengendap-endap
kebelakang mereka dengan perlahan sambil menyiapkan ancang-ancang untuk
menyerang. Tepat saat ke dua pengawas itu tidak menyadari keberadaan Shinji ia
langsung memukuli mereka langsung sampai pingsan.
“Maafkan aku nona-nona” Bisik
Shinji seraya meminta maaf pada ke dua pengawas yang pingsan itu.
Shinji menyeret mereka ke dalam
lemari besi yang kelihatan nya cukup besar untuk menampung 2 atau 5 orang
dewasa. Bermaksud ingin menyekap pengawas itu Shinji melihat tas besar lama nya
yang sempat hilang didalam lemari itu, membuat pelarian nya menjadi sempurna.
Shinji pun lalu mengurung dua pengawas itu kedalam lemari dan mengganti baju
seragam putih kehitaman garis merah nya dengan baju kaos hitam dengan jaket
vest merah lama nya.
Shinji lalu ketempat bagian TV
pengawas, dilihatnya bagian meja komputer yang kelihatan nya cukup rumit
digunakan, tapi dengan gampang nya Shinji bisa mengotak-atik komputer itu.
“Kamera pengawas, off. Sistem
alarm, off” Shinji menekan semua tombol mematikan sistem penjagaan tempat itu
sampai akhirnya dibagian penyimpanan IS.
“IS armory, unlocked!” Shinji
menekan tombol pembuka tempat penyimpanan IS berada.
Setelah rencana nya berjalan
sempurna Shinji langsung keluar dari ruangan itu dengan tas besar nya. Ia
membuka jendela didepan pintu ruang keamanan itu dan melompat langsung dari
jendela itu, melompat dari ketinggian 3 lantai.
Tepat sebelum Shinji terjatuh
kena tanah, ia meraih dahan pohon yang cukup kuat menahan berat badan nya di
dekatnya dan melakukan gerakan akrobatik memutari dahan itu seraya melakukan
pendaratan mulus. Shinji langsung duduk jongkok di dahan pohon itu seraya
mengawasi apa ada orang yang lewat atau yang melihatnya.
Setelah terlihat aman Shinji pun
melompat turun dari pohon itu yang tidak begitu tinggi dari permukaan tanah
dibawahnya. Shinji sepertinya sudah terbiasa melakukan gerakan ini dan ia pun
berlari menyusuri jalan menuju tempat penyimpanan IS.
Sesampainya di salah satu gedung
yang luas di dekat stadion, Shinji masuk ke ruang penyimpanan Infinite Stratos.
Ada banyak benda seperti kotak lemari besi raksasa berjejer rapi di dalam
ruangan itu, mungkin jumlah nya sekitar ribuan unit, termasuk dengan IS khusus
didalamnya. Shinji pun berjalan menuju kotak besi yang ada didekatnya, tapi
tepat sebelum Shinji membuka kotak nya, ia melihat Ichika berserta Houki, Lin
Yin, Cecilia, Charlotte dan Laura sedang memperhatikan IS mereka masing-masing.
Beruntung karena tidak ketahuan dengan cepat Shinji langsung bersembunyi di
balik kotak besi itu sambil mendengar pembicaraan mereka yang sepertinya
sesuatu yang berhubungan dengan dirinya.
“Kenapa kamu kelihatan nya
memperhatikan orang itu?” Kedengaran Shinji dari agak jauh terdengar suara
Houki bertanya pada Ichika.
“Benar, ada apa denganmu
sebenarnya? Apa kau mau jadi orang mesum seperti dia?” Lanjut Lin Yin sambil
kesal memikirkan Shinji.
“Tapi, dia itukan pilot IS
laki-laki ke-dua di dunia, apa dia tidak merasa senang karena itu?” Charlotte
lanjut bertanya dengan penasaran.
“Mungkin saja, melihat ekspresi
wajahnya yang tidak senang seharian ini” Cecilia merespon pertanyaan Charlotte.
“Apapun itu, menurutku dia hanya
salah satu pembangkang di sekolah ini” Laura mengutarakan pendapatnya mengenai
Shinji.
“Hinalah aku sebisa mungkin
karena mulai siang ini kalian tidak akan melihat muka ini!” Bisik kesal Shinji
sendirian mendengar pembicaraan mereka.
“Jadi kenapa? Ichika?” Tanya
mereka ber-lima langsung pada Ichika.
“Dulu... Sewaktu aku pertama kali
menyadari bisa menaiki IS, aku sempat berpikir apa cuma aku sendirian yang bisa
menaikinya?” Jawab Ichika sambil mengingat waktu pertama kali menaiki IS.
“Awalnya, sewaktu aku pertama kali bertemu dengan nya kupikir dia hanyalah
orang yang kesasar saja” Lanjut Ichika. “Tapi setelah melihatnya hari itu
menaiki IS, aku jadi merasa yakin, bahwa aku tidak sendirian di dunia ini”
Ichika mengingat ketika Shinji menaiki IS nya. “Karena itulah, aku ingin
mencoba untuk dekat dengan nya, sesama laki-laki yang bisa menggunakan Infinite
Stratos!” Jawab lanjut Ichika dengan penuh harapan.
“Mencari teman ya, memang nya
kami ini masih kurang ya?” Houki yang masih bingung dengan maksud Ichika
menanyainya lagi.
“Yah, sejujurnya, aku memang agak
kesepian karena tidak punya teman yang sebaya” Jawab Ichika dengan agak sedih.
“Karena itu, aku senang ketika dia ternyata masuk ke sekolah ini, meskipun
sebenarnya dia tidak suka” Lanjutnya lagi.
“Sayangnya aku tidak punya waktu
untuk menemanimu” Bisik Shinji sendirian lagi.
Bel masuk kelas berbunyi,
mendengar suara itu Ichika dan teman-teman nya pun langsung beranjak kembali ke
kelas. Melihat kesempatan itu Shinji langsung keluar dari persembunyian nya dan
membuka kotak besi didekatnya tadi.
Didalamnya hanya IS buat latihan
tanpa senjata, tapi Shinji tidak peduli asalkan IS itu bisa membawanya pergi
dari sini. Shinji memasangkan IS itu kebadan nya, tapi tepat setelah selesai
memasangnya alarm gedung itu berbunyi. Dari seluruh isi akademi itu terdengar
suara sirine dan siaran hologram screen muncul di setiap tempat, di layar itu
tampak Chifuyu-sensei yang terlihat sangat marah.
“Kurang ajar, pintar juga dia!”
Kesal Chifuyu-sensei sendirian disemua layar itu didalam ruang keamanan.
“Perhatian untuk semua murid dan
guru-guru yang ada disini! Bila kalian melihat Shinji Sanada dihadapan kalian
segera ditangkap!” Chifuyu-sensei mengumumkan semua orang untuk menyergap
Shinji. “Sekali lagi, bila kalian melihat Shinji Sanada segera ditangkap!”
Chifuyu mengulang lagi pengumuman nya.
Mendengar peringatan itu Shinji
langsung terbang dengan IS ‘curian’ nya meninggalkan gedung itu. Dari kamera
CCTV didekat gedung penyimpanan IS itu Chifuyu-sensei melihat Shinji yang
sedang terbang kabur dari sana dan langsung memberikan pengumuman lanjutan.
“Dia ada disekitar gedung tempat
penyimpanan IS! Bagi siapa yang berada dekat disana harap segera menaiki IS
kalian dan tangkap dia, aku akan memberikan izin untuk pergi keluar akademi!”
Chifuyu-sensei memperingatkan lagi.
Ichika dan teman-teman nya yang
tak jauh dari gedung itu mendengar pengumuman itu dan melihat Shinji yang
terbang keluar dari sana. Ichika bimbang untuk memikirkan apa dia harus
menghentikan Shinji atau membiarkan nya saja.
“Bagaimana, Ichika?” Tanya Houki
pada Ichika yang masih berpikir.
”Kalau kau membiarkan nya, kau
bakal tidak punya teman sebaya lagi” Lanjut Cecilia.
“Selain itu, bila dia tertangkap
oleh pemerintah, nanti bakal jadi masalah baginya sendiri” Laura langsung
memberikan kesimpulan nya.
Sejenak memikirkan apa yang harus
dilakukan, Ichika akhirnya membuat keputusan nya.
“Baiklah, kita kejar dia!” Jawab
Ichika.
Mereka langsung pergi ke ruangan
penyimpanan IS, menujuk kotak besi mereka masing-masing lalu langsung memakai
IS mereka. Ichika dengan Byakushiki putih nya, Houki dengan IS Akatsubaki warna
merah dengan senjata twin katana nya, Lin Yin dengan IS Shenlong berwarna merah
tua-hitam dengan senjata giant blade nya, Cecilia dengan IS Blue Tears berwarna
biru dengan senjata laser sniper rifle nya, Charlotte dengan IS Raphael Revive
Costum II berwarna jingga-hitam dan dengan persenjataan assault-type, Laura denga
IS Schwarzer Regen berwarna hitam dengan senjata berat nya. Mereka pun langsung
terbang meninggalkan gedung mengejar Shinji. Sementara itu Shinji yang sedang
terbang berada di selat penghubung pulau akademi dengan daratan diseberangnya
dengan tas besar dipunggung nya seraya merasakan kemenangan dalam diri nya
karena telah bebas. Tepat saat itu ada sesuatu yang dengan cepat menyusul
didepan nya, ternyata itu adalah Ichika dan teman-teman nya yang ingin
menghentikan Shinji dan mencegatnya.
“Kenapa kalian ini, ingin
menghentikanku? Cih, dibayar berapa kalian oleh guru sialan itu?” Shinji
melihat mereka berenam dengan rasa kesal sambil mengatai Chifuyu-sensei.
“Kami tidak dibayar seperser pun
olehnya, ini karena kemauan kami sendiri!” Jawab Ichika.
“Sejujurnya, kalau aku hanya
karena terpaksa oleh keinginan Ichika dan perintah Chifuyu-sensei saja” Lin Yin
memberikan alasan nya sendiri.
“Hah? Kenapa? Kau kesepian bila
tidak ada laki-laki lain yang menemani kamu? Padahal kau sudah punya 5 pacar
sekaligus disana!” Jawab kesal Shinji sambil memberitahu pembicaraan Ichika
yang didengarnya tadi.
“M-Mereka bukan pacar ku! Kami
cuma teman biasa!” Dengan agak malu tapi sedikit jengkel Ichika membalas
disertai dengan muka kecewa dari ke-lima ‘pacar’nya itu.
“Jadi, kau mendengar pembicaraan
ku tadi disana?” Lanjut Ichika sambil bertanya.
“Yah, sedikit” Balas Shinji
singkat.
“Selain itu, mumpung aku lagi
berbaik hati pada kalian, sebaiknya kalian menyingkir dari jalanku, sebelum aku
berubah pikiran” Lanjut Shinji sambil memperingatkan mereka ber-enam.
“Kami tidak akan minggir sebelum
membawamu kembali!” Balas Houki pada Shinji.
“Berarti, kalian ingin mencari
mati ya?” Shinji bertanya seraya menantang.
“Hmph, berani kau melawan kami?
Satu melawan enam? Dengan IS tanpa senjata itu?” Houki dengan berani menerima
tantangan Shinji seraya meremehkan nya.
“Aku tidak perlu senjata seperti
katana itu atau pun senjata penembak lain nya” Balas Shinji.
“Asalkan aku masih punya tangan
dan kaki ini, aku akan menghadapinya!” Shinji langsung terbang dengan cepat ke
arah Houki seraya ingin menyerang.
“Kau tidak punya senjata, memang
nya kau bisa apa?” Sambil meremehkan nya Houki mengangkat pedang nya dan
bersiap menyerang Shinji.
“Sudah kubilang, aku masih punya tangan
dan kaki ini!” Balas Shinji dengan kemarahan nya.
Tepat sebelum Houki menebaskan
pedang nya, Shinji mengeluarkan pukulan ke arah perut Houki, beruntung karena
energy shield nya pukulan Shinji tidak mempan.
“Cih, sial” Kesal Shinji
sendirian.
“Sudah kubilang percuma!” Houki
langsung melancarkan serangan menebas dari pedang di tangan kanan nya.
Shinji dengan cepat meraih tangan
kanan IS Houki seraya menahan serangan nya, lalu dengan cepat merebut paksa
pedang Houki ditangan nya dan berhasil diambil.
“Kurang ajar!” Kesal Houki karena
senjatanya telah direbut.
Dari belakang Shinji datang Lin
Yin dengan pedang besar nya, bersiap untuk menyerang Shinji, tapi ia
menyadarinya dengan cepat dan menangkis serangan Lin Yin dengan pedang Houki
tanpa memutar balik badan.
“Apa?!” Lin Yin terkejut karena
serangan nya berhasil ditahan.
Dengan cepat setelah menangkisnya
Shinji melakukan serangan tebasan memutar pada Lin Yin.
“Ugh!” Rintih Lin Yin setelah
terkena tebasan Shinji.
“Belum selesai!” Lanjut Shinji.
Shinji langsung melakukan serangan tebasan combo cepat ke arah Lin Yin,
meskipun Lin Yin bisa menahan serangan Shinji tapi ia tidak kuat untuk menahan
nya.
Pedang besar Lin Yin terlepas
dari tangan nya setelah berkali-kali diserang oleh Shinji, Energy Shield yang
melindungi Lin Yin juga menjadi nol setelah diserang beberapa kali oleh Shinji.
“Serangan terakhir!” Shinji
langsung menebas sayap kanan IS Lin Yin, membuatnya jadi tidak seimbang dan
terjatuh.
“UAAH!!!” Lin Yin berteriak panik
dan hampir terjatuh ke laut sampai akhirnya diselamatkan oleh Ichika.
“Apa-apaan kau itu?” Kesal Ichika
pada Shinji sambil menggendong Lin Yin yang kelihatan nya agak malu-malu tapi
senang di gendong olehnya.
“Heh, sudah kubilangkan, sebelum
aku berubah pikiran sebaiknya kalian menyingkir, beruntung gadis twintail itu
tidak kubunuh!” Dengan nada yang kejam Shinji memperingatkan mereka lagi.
Tepat setelah Shinji selesai
bicara dari arah kanan nya ada yang menembakinya, beruntung karena Energy
Shield IS nya Shinji tidak mengalami luka apa-apa, hanya sedikit tergetar oleh
tembakan itu saja.
Dilihat sebelah kanan nya siapa
yang menembakinya, ternyata Cecilia pelakunya, masih memegang laser sniper
rifle yang mengarah pada Shinji.
“So, you’re the next, lady?”
Dengan bahasa inggris seraya meneror Cecilia, Shinji langsung terbang menerjang
nya.
“Don’t try it!” Cecilia membalas
perkataan Shinji dan langsung mengeluarkan 6 drone dari sayap nya.
Robot drone itu mulai menembaki
Shinji, tapi dengan cepat Shinji menyadarinya dan menghindari tembakan itu.
Sambil maju dan menghindari tembakan Shinji menghancurkan drone Cecilia.
Cecilia mulai terdesak karena
Shinji semakin mendekatinya dan tepat setelah berada dihadapan nya Shinji
meraih laser sniper rifle digenggaman Cecilia, ia berencana merebut senjata
itu.
Dengan menggengam laras
senjatanya dengan tangan kiri dan ketiak nya, Shinji menarik paksa dengan
menendang Cecilia mundur dan berhasil merebutnya.
“Uhh, apa?” Kaget Cecilia melihat
senjata nya direbut, tepat setelah itu Shinji menembaki balik dengan sniper
rifle rampasan nya pada Cecilia.
“Gah, sial” Kesal Cecilia sambil
melihat Energy Shield nya yang masih tersisa.
Shinji lalu pergi terbang mundur
menjauhi mereka menuju daratan di seberangnya, disusul dengan 4 orang lain nya,
Houki, Cecilia, Charlotte dan Laura. Sementara itu Ichika tak bisa berbuat
apa-apa karena sedang membawa Lin Yin.
“Ichika! Kau bawa Lin Yin kembali
ke akademi cepat!” Houki memberitahu Ichika.
“Baiklah, aku akan segera
menyusul nanti!” Jawab Ichika dengan cepat tangap dan terbang kembali ke
akademi sambil menggendong Lin Yin.
“Apa kita tidak apa-apa membawa
IS diluar akademi?” Charlotte dengan agak ragu-ragu bertanya pada teman nya
membawa IS keluar lingkungan akademi.
“Bukankah Chifuyu-sensei sudah
bilang, dia telah memberikan kita izin untuk membawa IS ini keluar akademi?”
Jawab Laura menjelaskan sambil terbang.
Sementara itu Shinji sambil
terbang mundur menjauhi mereka dengan cepat dan bersembunyi di balik bukit.