Beberapa bulan yang lalu sebelum
pertempuran itu dimulai...
Musim semi, kembali ke IS
Academy, setelah sekian lama menghabiskan liburan musim dingin setelah ujian
kenaikan kelas, Ichika Orimura, seorang laki-laki yang satu-satu nya didunia
bisa mengendalikan Infinite Stratos akhirnya kembali ke akademi ditahun keduanya.
Dilihatnya bunga sakura yang mekar dan tumbuh berbaris dijalan masuk dekat
stasiun monorail itu menemani perjalanan nya masuk ke akademi itu setelah turun
dari monorail.
"Hah, kangen nya aku melihat
pemandangan ini" Ichika memandang sekeliling akademi, dilihatnya ada
beberapa murid perempuan yang belum pernah dilihat sebelumnya, kemungkinan
besar itu adalah murid-murid baru kelas satu, sampai akhirnya dia melihat
seseorang yang sepertinya ia sangat kenal.
"Houki!" Ichika
berteriak dan melambaikan tangan kepada sosok yang dikenalnya, perempuan rambut
hitam ponytail, dan membawa barang yang terlihat seperti perlengkapan kendo.
"I-Ichika?" Houki
menoleh kebelakang melihat dimana suara itu berasal, Houki akhirnya melihat
Ichika mendekatinya sambil melambaikan tangan.
"Lama tak berjumpa ya!"
Sambil menghela nafas capek Ichika menemui Houki.
"Hah, baru juga beberapa
minggu setelah liburan dibilang lama" jawab cuek Houki.
"Yah, bagiku rasanya begitu
lama" Balas Ichika sambil memegang kepalanya.
Sampai akhirnya pertemuan mereka
sedikit terganggu karena kedatangan Fang Lin Yin.
"ICHIKA!" Lin datang
sambil berteriak dan menepuk keras punggung Ichika.
"Au, sakit tau!" Rintih
pelan Ichika sambil memegang punggungnya.
"Ahh, sudah mulai lemah ya
kau sekarang?" Tanya Lin Yin seraya mengejek Ichika.
"Bukan nya begitu, tapi
kau-" Kesal Ichika sampai akhirnya terpotong karena teriakan salah satu
teman nya lagi, Cecilia Alcoot.
"Hai semuanya, apa
kabar?" Lambai tangan Cecilia pada mereka.
"Oi!" Balas Ichika sambil
melambaikan tangan juga.
Cecilia pun akhirnya mendekat dan
bergabung dengan kelompok mereka sambil bertanya "Bagaimana dengan liburan
kalian?"
Ichika pun menjawab "Yah,
aku cuma menghabiskan waktu bersantai saja hari itu, tidak ada yang lebih"
Seraya menunduk lemas mengingat liburan nya.
"Wah, kita sama dong"
Sambil ikutan tertunduk lesu juga Cecilia membalasnya.
"Kalau Houki sendiri
bagaimana?" Tanya Ichika pada Houki.
"Selama liburan ini aku
banyak menghabiskan waktu di dojo kendo saja" Dengan datarnya Houki
menjawab.
"Begitu ya, kalau Lin
Yin?" Ichika bertanya lagi pada Lin Yin.
"Sama sepertimu biasa saja,
yang paling menyenangkan pada saat tahun baru Cina saja" Dengan nada agak
kecewa mengingat hari-harinya yang membosankan.
"Jadi kita semua menjalani
liburan dengan membosankan ya?" Tunduk lesu semuanya kecuali Houki.
"Berarti yang belum kita
temui cuma Charlotte sama Laura ya?" Sambil Houki memandang sekeliling
mencari sisa 2 teman nya lagi.
"Sepertinya begitu"
Ichika juga memandang sekeliling dengan heran.
"Ehh, apa kalian sudah
melihat pengumuman kelas kalian nanti?" Tanya Cecilia lagi.
"Ehh, belum sih, hei
bagaimana kalau kita kesana saja sekarang! Siapa tahu kita nanti sekelas!"
Sambil Lin Yin menyarankan pergi.
"Ide bagus!" Seraya
semangat Ichika bangkit kembali berharap bisa satu kelas dengan mereka.
akhirnya mereka berempat pergi ketempat pengumuman kelas.
Sesampainya disana terlihat
sangat ramai, banyak murid lain nya yang juga penasaran dengan kelas hunian
mereka selanjutnya, ditambah lagi juga karena mereka masih membawa
barang-barang mereka.
"Ahh, maaf-maaf" Sambil
berdesakan Ichika melewati kerumunan para perempuan disana disertai dengan
sesakan dari dada mereka secara tak sengaja menempel dimukanya yang membuat
Ichika kelihatan malu-malu tapi senang, tapi tidak dengan ke-tiga teman nya
yang melihatnya dengan geram dari kejauhan.
Sampai didepan papan pengumuman,
keadaan masih ramai, sambil berdesakan Ichika mencari namanya dan teman-teman
nya yang lain dimana kelas mereka sampai akhirnya dia bertubrukan dengan
seseorang yang ia kenal juga, Charlotte.
"Charlotte?" Kaget
Ichika melihatnya.
"Oh hai, Ichika" Sambil
menyapa Charlotte berdesakan dengan murid lain nya.
"Kau sudah menemukan kelas
mu?" Tanya Ichika.
"Sudah, aku berada di kelas
2-1, tapi aku belum lihat nama mu" Jawab Charlotte.
"Tak apa-apa, aku akan cari
sendiri" Balas Ichika. Charlotte pun pergi dari keramaian itu, seraya
melihat papan kelas nya Ichika mencari namanya dan nama teman-teman nya yang
lain.
2-1
Cecilia Alcoot
Charlotte Dunois
Fang Lin Yin
Houki Shinonono
Ichika Orimura
Laura Bodewig
"Wah, ternyata semuanya
berada di satu kelas!" Dengan senang Ichika memandang nama kelasnya.
Akhirnya ia kembali melewati kerumunan orang lagi dan menemui tiga teman nya
lagi yang ternyata sudah ada Chralotte dan Laura bersama mereka.
"Bagaimana?" Tanya
Houki.
"Kita semua berada di satu
kelas! Kelas 2-1" Jawab Ichika.
"Hee, benarkah?
Baguslah!" Lin Yin dengan senang mendengarnya sambil melompat.
"Kalau begitu, mohon bantuan
nya untuk tahun ini ya" Charlotte menunduk hormat pada mereka.
"Dan juga kuharap kau tidak
melakukan 'hal bodoh' lagi seperti tahun lalu" Laura berbicara sambil
memandangi Ichika dengan tajam.
Karena pembicaraan Laura itu
teman-teman nya yang lain jadi membayangkan sewaktu mereka kelas 1 bersama
Ichika, terutama saat Ichika melakukan 'hal bodoh' pada mereka.
"Y-Yah, itukan cuma masa
lalu, jadi tidak usah dipikirkan" Dengan gugup dan merasakan tanda bahaya
Ichika menyiapkan kuda-kuda untuk lari.
Seraya mengingat perbuatan Ichika
dendam api kesumat pun mulai membara kembali pada ke lima teman nya.
"ICHIKA!"Marah mereka
berlima.
"Sudah kuduga pasti ada yang
begini!" Ichika berlari sambil menghindari barang-barang yang dilempari
mereka.
Ichika akhirnya berhasil
menghindar dari kejaran mereka didekat pinggiran pantai, Ichika pun duduk di
bangku yang jaraknya tidak jauh darinya. Sambil beristirahat dan meminum air
isotonik dari tas nya ia membayangkan bagaimana selanjutnya nanti.
"Kurasa mereka akan lupa
dengan sendirinya" Sambil menghela nafas karena kecapean. Ichika memang
sudah mengenal betul sifat ke lima teman nya, tidak heran karena sudah berteman
sejak kelas 1, terutama dengan Houki dan Lin Yin yang notabene adalah teman
masa kecilnya dulu.
"Ahh, aku lupa lihat dimana
kamarku tahun ini!" Ichika mengingat kembali sesuatu yang terlupakan,
mengenai kamar hunian nya nanti. Ichika pun kembali berdiri dan pergi melihat
papan pengumuman nya lagi, sampai akhirnya ia melihat sesuatu yang aneh di
pesisir pantai dekatnya.
Ada tas besar dan seseorang yang
mengenakan jaket vest warna merah dengan kaos warna hitam didalamnya, Ichika
penasaran dan mendekati orang itu, kelihatan nya dia pingsan.
"Ehh, kau tidak
apa-apa?" Ichika berusaha menyadarkan orang itu dengan memgoyangkan
tubuhnya dan menampar dengan pelan mukanya. Akhirnya orang itu tersadar dengan
mengeluarkan suara pelan.
"Air…" Dengan suara
pelan ia meminta tolong pada Ichika.
"Tapi jangan air laut,
setidaknya kalau ada Cola atau Morning Rescue lebih baik" Tambahnya lagi.
"Hah? Morning Rescue itu
apa?" Tanya Ichika dengan kebingungan.
"Sering-seringlah lihat
iklan TV kau anak muda" Dengan cepat orang itu menjawab.
"Yah, kalau Cola atau
Morning Rescue atau-apa-itu-entahlah aku tidak punya, tapi kalau kau mau-"
Ichika memberikan air minum nya dan dengan cepat disambar oleh orang itu.
"Ahh, AKU HIDUP
KEMBALI!" Setelah meminumnya orang itu kembali bersemangat dan berteriak.
"Air isotonik ya? lumayanlah" tambahnya mengomentari minuman yang
diberikan Ichika.
"Ehh, tapi aku sekarang ada
dimana ya?" Dengan lugunya orang itu bertanya lagi pada Ichika sambil
memandang sekelilingnya.
"Kau berada di Infinite
Stratos Academy, tempat dimana kamu dilatih untuk memiloti Infinite
Stratos" Ichika menjawab sambil mejelaskan.
"Ahh, IS Academy ya. Jauh
juga aku hanyut ya?" Balas orang itu dengan santai bangkit dari pingsan
nya setelah memulihkan diri sambil membereskan tas besarnya yang basah.
"Hanyut?" Tanya Ichika
bingung.
"He eh, gara-gara hari itu
aku tergelincir sewaktu menyeberangi sungai deras, di hari hujan waktu itu.
Yah, itu memang kesalahanku sendiri nekad menyeberangi sungai waktu itu"
Orang itu menjelaskan alasan kenapa dia bisa terdampar.
"Kau ini, semacam pengembara
ya?" Tanya Ichika lagi yang kelihatan nya mulai tertarik dengan cerita
orang ini.
"Lebih tepatnya
backpacker!" Pertegas orang itu.
"Kalau dugaan ku benar, kau
pasti Orimura Ichika kan?" Tanya orang itu pada Ichika.
"Darimana kau tahu?"
Dengan sedikit terkejut Ichika bertanya balik.
"Meeh, meskipun aku ini
seorang backpacker, tapi aku tetap bisa mencari informasi melalui media TV dan
Internet, terutama kau yang disebut-sebut sebagai pilot IS pria pertama
didunia, jadi tidak heran bila beritanya heboh!" Orang itu menjawabnya
dengan jelas sekali alasan nya.
"Jadi, kenapa kau ini jadi
pengembara?" Tanya Ichika lagi setelah mendapatkan jawaban yang jelas
sebelumnya.
"Itu. Rahasia" Balas
orang itu. "Ngomong-ngomong, bagaimana agar aku bisa pergi dari
sini?" Tanya nya lagi pada Ichika.
"Yah, kau bisa keluar dari
sini melewati monorail yang ada disana" Ichika menunjukan stasiun monorail
sekolahnya yang terhubung dengan daratan lain disebelahnya.
"Baiklah, kalau begitu besok
aku akan pergi dari sini" Seraya orang itu sudah mengeluarkan isi
barang-barangnya yang basah.
"Eh, kenapa?" Tanya
Ichika lagi.
"Jangan bilang 'Ehh,
kenapa?', aku bukan murid disini jadi aku tak punya hak untuk menetap disini.
Yah, sampai besok pagi" Jawab tegas lagi orang itu.
"Tapi kenapa harus
besok?" Tanya Ichika lagi.
Orang itu menjawab lagi dengan
nada yang agak jengkel karena ditanyai terus oleh Ichika. "Apa kau tidak
lihat jam berapa sekarang? Tambah lagi apa kau tidak lihat barang-barangku?
Semua kacau!".
"M-Maaf kalau begitu"
Ichika sedikit menunduk minta maaf.
"Tidak usah minta maaf"
Jawab orang itu kali ini dengan santai. "Ini sudah terbiasa kok"
Tambahnya lagi. "Pasti rasanya sulit ya beradabtasi dengan laki-laki
setelah sering bersosialisasi dengan perempuan terus?" Orang itu menanyai
Ichika.
"Yah, jujur sebenarnya sih
iya. Tapi setidaknya aku punya banyak teman disini" Sambil malu-malu
sedikit Ichika menjawab.
"Kau pasti punya banyak
teman-teman yang baik disini. Yah, kalau kau pintar bergaul" Balas orang
itu lagi. "Oh iya, ini botol minum mu, aku berhutang budi satu
padamu" Orang itu mengembalikan botol minum Ichika sambil mengangkat jari
telunjuk kiri nya dan beranjak pergi.
"Ehh, kau sudah mau pergi
sekarang?" Heran Ichika karena sebelumnya orang itu berkata akan pergi
besok pagi tapi sudah bersiap-siap untuk pergi.
"Bodoh, aku cuma mau pindah
tempat. Kalau aku mendirikan tenda dipinggir pantai nanti bisa kena air
pasang!" Jawab jelas lagi orang itu sambil pergi mencari tempat aman.
"Hei, kalau boleh tahu siapa
namamu?" Teriak Ichika dari kejauhan.
"Namaku Shinji Sanada!"
Balas orang itu yang ternyata bernama Shinji Sanada. "Suatu hari nanti
pasti kita akan bertemu lagi!" Lanjutnya lagi.
Pagi besoknya, sesuatu yang
berjalan seperti biasanya berubah menjadi aneh ketika beberapa siswi melihat tenda
yang didirikan ditengah jalan ditambah lagi dengan jemuran pakaian dan
barang-barang disamping tenda itu. Tak lama setelah itu dari tenda itu keluar
Shinji yang masih agak mengantuk dengan memakai celana dalam saja keluar dari
tenda sambil memegang jam weker yang sepertinya rusak.
“Ahh, pantas alarm nya gak
berbunyi” Gumam Shinji sendirian sampai akhirnya dia tersadar ditontoni oleh
banyak perempuan dengan mengenakan celana dalam.
“Ada yang bisa kubantu?” Jawab
Shinji dengan santainya tanpa memperhatikan sekelilingnya para perempuan itu
yang sebagian menutupi matanya dengan malu-malu dan ada juga yang
berbisik-bisik seakan berpikir ada orang gila yang tersesat di sekolah mereka.
“Siapa dia ini?” bisik salah satu
murid kepada teman nya.
“Murid barukah?” Jawab salah
seorang siswi lain nya yang masih penasaran.
“Tapi kenapa dia tidur disini?”
Heran salah satu murid disana lagi.
Sampai akhirnya Fang Lin Yin
datang menyerobot karena penasaran ada apa disana. “Permisi-permisi aku mau
lewat!”
Setelah meilhat Shinji yang hanya
memakai celana dalam Lin Yin pun kontan langsung berteriak dengan muka merah
sambil menutupi matanya dengan tangan nya. “HUAH!!! ADA ORANG MESUM!!!”
Merasa tidak terima dikatai
seperti itu dengan kesal Shinji membalasnya. “Mesum dari mananya, hah?” Sambil
menunjuk Lin Yin seakan siap untuk berdebat dengan nya.
“Kau tidak sadar sedang pakai
apa? Dasar orang mesum!” Protes Lin Yin.
“Kalau cuma celana dalam itu
tidak masalah! Kecuali kalau aku telanjang bulat baru itu bisa dibilang mesum!”
Shinji membalas pembantahan Lin Yin.
“Biar Cuma pakai celana dalam
tapi tetap saja itu pelecehan seksual!” Balas Lin Yin lagi.
“Kau bisa sebut itu pelecehan
seksual kalau kau tidur dimalam hari dengan laki-laki!” Shinji kembali membalas.
Sampai akhirnya Ichika bersama
dengan Houki yang kebetulan lewat saat itu melihat keramaian disana dan
mendatangi tempat itu.
“Ada apa ini?” Sambil menyerobot
Ichika bertanya pada salah satu murid yang melihat.
“Fang Lin Yin sedang berkelahi
dengan orang aneh disana!” Jawab siswi yang ditanyai Ichika. Merasa sepertinya
Ichika mengenali siapa orang aneh yang dimaksud dia mempercepat pergerakan nya
dan melihat Lin Yin dan Shinji sedang beradu mulut.
“Sedang apa kalian?” Tanya Ichika
dengan heran di ikuti dengan Houki yang datang menyusul.
“Kau kenal dia?” Tanya Lin Yin
pada Ichika.
“Baru kemarin sore” Shinji
menjawab pertanyaan Lin Yin.
“Aku tidak tanya kamu!” Lin Yin
yang masih kesal dengan Shinji kembali memarahinya.
“Tapi memang benar kok!” Shinji
membalas balik.
“Tunggu dulu, sepertinya aku
pernah melihat orang itu sebelum hari ini” Houki mulai mencurigai muka Shinji
yang sepertinya pernah ia lihat.
“Ehh, kau pernah bertemu dengan
nya?” Tanya Ichika pada Houki.
“AH! Kau gadis kendo waktu itu
ya?!” Shinji mulai ingat pertemuan nya pertama kali dengan Houki hari itu saat
liburan musim dingin nya.
Flashback
“Kenapa buah pohon kesemek itu
semakin sedikit?” Houki heran melihat pohon kesemek disamping dojo kendo nya
yang tadinya banyak menjadi sedikit.
Setelah beberapa saat Houki
melihat ada orang yang sedang melompat mengambil buah kesemek itu, yang
ternyata adalah Shinji Sanada.
“Kurang ajar!” Dengan kesal Houki
mengambil boken nya dan keluar menemui maling itu.
“Hei kamu!” Houki membentak
Shinji yang sambil makan buah kesemek itu terkejut.
“Wah gawat!” Sambil mengunyah
buah kesemek dan membawa buah curian nya Shinji kabur.
“Kembalikan buah itu!” Houki
mulai memarahi Shinji.
“Maaf tapi aku lagi kelaparan,
setidaknya ini cukup untuk makanan ku sampai besok pagi! Aku tidak akan
melupakan kebaikanmu!” Dengan cepat Shinji pamit dan kabur dengan cepat dari
kejaran Houki.
“Sial” Kesal Houki sambil
kelelahan karena berlari.
Return
“Begitulah” Houki mengakhiri
ceritanya.
“Entah kenapa aku jadi mulai
tertarik dengan cerita petualangan nya?” Ichika mempertanyakan dirinya sendiri.
“Ahh, lupakanlah hari itu, cuma
buah kesemek saja masih dipermasalahkan” Dengan santai Shinji menutupi topik
pembicaraan maling buah itu. “Karena kebetulan kamu ada disini ada yang ingin
kutanyakan padamu” Shinji mengalihkan pembicaraan nya pada Ichika.
“Ada apa?” Tanya Ichika balik.
“Menurutmu apa orang yang hanya
memakai celana dalam itu orang mesum?” Shinji bertanya pada Ichika.
“Tentu saja iya kan?!” Lin Yin
memotong jawaban Ichika langsung.
“Aku tidak minta jawabanmu!”
Kesal Shinji.
“Terserah aku!” Lin Yin mengejek
Shinji sambil mejulurkan lidah mengejek.
“Y-Yah, kalau menurutku sih itu
tidak terlalu memalukan atau mesum” Jawab Ichika.
“AHA! Kau dengar itu!” Shinji
berteriak seakan sudah menjadi pemenangnya.
“Itukan pendapat dia!” Seakan Lin
Yin masih tidak setuju dengan jawaban Ichika.
“Kalau Houki sendiri bagaimana?”
Lin Yin menanyai Houki langsung.
“Menurutku tidak ada sesuatu yang
porno dari itu” Jawab Houki santai.
“HAHA! 2-0 !” Tertawa senang
Shinji melihat kedudukan suara pendukungnya.
“Sial...” Kesal Lin Yin karena
kalah suara.
“Apa perlu kita mengadakan
pemungutan suara siapa yang benar heh?” Tantang Shinji dengan yakin. Tepat
setelah Shinji mengatakan itu bel masuk kelas telah berbunyi.
“Kita lanjutkan lagi saat jam
pulang nanti!” Lin Yin seraya masih ingin bertempur dengan Shinji.
“Maaf tapi pada saat itu aku
sudah pergi” Jawab Shinji sambil mengambil jemuran baju nya.
“Kenapa? Kau takut kalah? Karena
itu kau mau melarikan diri?” Ejek Lin Yin lagi.
“Meeh, bukan nya karena aku
pengecut gadis twintail, tapi aku ingin melanjutkan perjalanan ku. Lagipula aku
sudah menang kok” Shinji menjawab dengan alasan nya tersendiri sambil memanggil
Lin Yin dengan sebutan ‘gadis twintail’. “Dan sepertinya kau tidak memiliki
masalah lagi dengan laki-laki yang memakai celana dalam” Tambah Shinji lagi
sambil menyadarkan Lin Yin yang terus memandanginya.
“Ehh? B-Bodoh! Tentu saja masih!”
Dengan muka merah Lin Yin langsung pergi meninggalkan tempat itu menuju ke
kelasnya.
“Hah, dasar gadis cerewet” Shinji
menghela nafas sehabis perang mulut dengan nya.
“Yah, dia kadang memang seperti
itu” Ichika menambahkan.
“Kau tidak masuk ke kelas?”
Shinji menyadarkan Ichika yang masih berdiri disitu.
“Ah iya! Sial, Houki tidak
bilang-bilang sudah pergi!” Ichika berlari menyusuri jalan menuju kelas nya.
“Heh, setidaknya aku ada hiburan
pagi sebelum pergi” Sambil bergumam sendiri Shinji masuk kembali ketendanya
buat ganti baju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar