Jumat, 21 September 2012

I.S.E - Chapter 1.1 : Laki-laki kedua yang bisa mengendalikan Infinite Stratos


Beberapa bulan yang lalu sebelum pertempuran itu dimulai...

Musim semi, kembali ke IS Academy, setelah sekian lama menghabiskan liburan musim dingin setelah ujian kenaikan kelas, Ichika Orimura, seorang laki-laki yang satu-satu nya didunia bisa mengendalikan Infinite Stratos akhirnya kembali ke akademi ditahun keduanya. Dilihatnya bunga sakura yang mekar dan tumbuh berbaris dijalan masuk dekat stasiun monorail itu menemani perjalanan nya masuk ke akademi itu setelah turun dari monorail.

"Hah, kangen nya aku melihat pemandangan ini" Ichika memandang sekeliling akademi, dilihatnya ada beberapa murid perempuan yang belum pernah dilihat sebelumnya, kemungkinan besar itu adalah murid-murid baru kelas satu, sampai akhirnya dia melihat seseorang yang sepertinya ia sangat kenal.

"Houki!" Ichika berteriak dan melambaikan tangan kepada sosok yang dikenalnya, perempuan rambut hitam ponytail, dan membawa barang yang terlihat seperti perlengkapan kendo.

"I-Ichika?" Houki menoleh kebelakang melihat dimana suara itu berasal, Houki akhirnya melihat Ichika mendekatinya sambil melambaikan tangan.

"Lama tak berjumpa ya!" Sambil menghela nafas capek Ichika menemui Houki.

"Hah, baru juga beberapa minggu setelah liburan dibilang lama" jawab cuek Houki.

"Yah, bagiku rasanya begitu lama" Balas Ichika sambil memegang kepalanya.

Sampai akhirnya pertemuan mereka sedikit terganggu karena kedatangan Fang Lin Yin.

"ICHIKA!" Lin datang sambil berteriak dan menepuk keras punggung Ichika.

"Au, sakit tau!" Rintih pelan Ichika sambil memegang punggungnya.

"Ahh, sudah mulai lemah ya kau sekarang?" Tanya Lin Yin seraya mengejek Ichika.

"Bukan nya begitu, tapi kau-" Kesal Ichika sampai akhirnya terpotong karena teriakan salah satu teman nya lagi, Cecilia Alcoot.

"Hai semuanya, apa kabar?" Lambai tangan Cecilia pada mereka.

"Oi!" Balas Ichika sambil melambaikan tangan juga.

Cecilia pun akhirnya mendekat dan bergabung dengan kelompok mereka sambil bertanya "Bagaimana dengan liburan kalian?"

Ichika pun menjawab "Yah, aku cuma menghabiskan waktu bersantai saja hari itu, tidak ada yang lebih" Seraya menunduk lemas mengingat liburan nya.

"Wah, kita sama dong" Sambil ikutan tertunduk lesu juga Cecilia membalasnya.

"Kalau Houki sendiri bagaimana?" Tanya Ichika pada Houki.

"Selama liburan ini aku banyak menghabiskan waktu di dojo kendo saja" Dengan datarnya Houki menjawab.

"Begitu ya, kalau Lin Yin?" Ichika bertanya lagi pada Lin Yin.

"Sama sepertimu biasa saja, yang paling menyenangkan pada saat tahun baru Cina saja" Dengan nada agak kecewa mengingat hari-harinya yang membosankan.

"Jadi kita semua menjalani liburan dengan membosankan ya?" Tunduk lesu semuanya kecuali Houki.

"Berarti yang belum kita temui cuma Charlotte sama Laura ya?" Sambil Houki memandang sekeliling mencari sisa 2 teman nya lagi.

"Sepertinya begitu" Ichika juga memandang sekeliling dengan heran.

"Ehh, apa kalian sudah melihat pengumuman kelas kalian nanti?" Tanya Cecilia lagi.

"Ehh, belum sih, hei bagaimana kalau kita kesana saja sekarang! Siapa tahu kita nanti sekelas!" Sambil Lin Yin menyarankan pergi.

"Ide bagus!" Seraya semangat Ichika bangkit kembali berharap bisa satu kelas dengan mereka. akhirnya mereka berempat pergi ketempat pengumuman kelas.

Sesampainya disana terlihat sangat ramai, banyak murid lain nya yang juga penasaran dengan kelas hunian mereka selanjutnya, ditambah lagi juga karena mereka masih membawa barang-barang mereka.

"Ahh, maaf-maaf" Sambil berdesakan Ichika melewati kerumunan para perempuan disana disertai dengan sesakan dari dada mereka secara tak sengaja menempel dimukanya yang membuat Ichika kelihatan malu-malu tapi senang, tapi tidak dengan ke-tiga teman nya yang melihatnya dengan geram dari kejauhan.

Sampai didepan papan pengumuman, keadaan masih ramai, sambil berdesakan Ichika mencari namanya dan teman-teman nya yang lain dimana kelas mereka sampai akhirnya dia bertubrukan dengan seseorang yang ia kenal juga, Charlotte.

"Charlotte?" Kaget Ichika melihatnya.

"Oh hai, Ichika" Sambil menyapa Charlotte berdesakan dengan murid lain nya.

"Kau sudah menemukan kelas mu?" Tanya Ichika.

"Sudah, aku berada di kelas 2-1, tapi aku belum lihat nama mu" Jawab Charlotte.

"Tak apa-apa, aku akan cari sendiri" Balas Ichika. Charlotte pun pergi dari keramaian itu, seraya melihat papan kelas nya Ichika mencari namanya dan nama teman-teman nya yang lain.

2-1
Cecilia Alcoot
Charlotte Dunois
Fang Lin Yin
Houki Shinonono
Ichika Orimura
Laura Bodewig

"Wah, ternyata semuanya berada di satu kelas!" Dengan senang Ichika memandang nama kelasnya. Akhirnya ia kembali melewati kerumunan orang lagi dan menemui tiga teman nya lagi yang ternyata sudah ada Chralotte dan Laura bersama mereka.

"Bagaimana?" Tanya Houki.

"Kita semua berada di satu kelas! Kelas 2-1" Jawab Ichika.

"Hee, benarkah? Baguslah!" Lin Yin dengan senang mendengarnya sambil melompat.

"Kalau begitu, mohon bantuan nya untuk tahun ini ya" Charlotte menunduk hormat pada mereka.

"Dan juga kuharap kau tidak melakukan 'hal bodoh' lagi seperti tahun lalu" Laura berbicara sambil memandangi Ichika dengan tajam.

Karena pembicaraan Laura itu teman-teman nya yang lain jadi membayangkan sewaktu mereka kelas 1 bersama Ichika, terutama saat Ichika melakukan 'hal bodoh' pada mereka.

"Y-Yah, itukan cuma masa lalu, jadi tidak usah dipikirkan" Dengan gugup dan merasakan tanda bahaya Ichika menyiapkan kuda-kuda untuk lari.

Seraya mengingat perbuatan Ichika dendam api kesumat pun mulai membara kembali pada ke lima teman nya.

"ICHIKA!"Marah mereka berlima.

"Sudah kuduga pasti ada yang begini!" Ichika berlari sambil menghindari barang-barang yang dilempari mereka.

Ichika akhirnya berhasil menghindar dari kejaran mereka didekat pinggiran pantai, Ichika pun duduk di bangku yang jaraknya tidak jauh darinya. Sambil beristirahat dan meminum air isotonik dari tas nya ia membayangkan bagaimana selanjutnya nanti.

"Kurasa mereka akan lupa dengan sendirinya" Sambil menghela nafas karena kecapean. Ichika memang sudah mengenal betul sifat ke lima teman nya, tidak heran karena sudah berteman sejak kelas 1, terutama dengan Houki dan Lin Yin yang notabene adalah teman masa kecilnya dulu.

"Ahh, aku lupa lihat dimana kamarku tahun ini!" Ichika mengingat kembali sesuatu yang terlupakan, mengenai kamar hunian nya nanti. Ichika pun kembali berdiri dan pergi melihat papan pengumuman nya lagi, sampai akhirnya ia melihat sesuatu yang aneh di pesisir pantai dekatnya.

Ada tas besar dan seseorang yang mengenakan jaket vest warna merah dengan kaos warna hitam didalamnya, Ichika penasaran dan mendekati orang itu, kelihatan nya dia pingsan.

"Ehh, kau tidak apa-apa?" Ichika berusaha menyadarkan orang itu dengan memgoyangkan tubuhnya dan menampar dengan pelan mukanya. Akhirnya orang itu tersadar dengan mengeluarkan suara pelan.

"Air…" Dengan suara pelan ia meminta tolong pada Ichika.

"Tapi jangan air laut, setidaknya kalau ada Cola atau Morning Rescue lebih baik" Tambahnya lagi.

"Hah? Morning Rescue itu apa?" Tanya Ichika dengan kebingungan.

"Sering-seringlah lihat iklan TV kau anak muda" Dengan cepat orang itu menjawab.

"Yah, kalau Cola atau Morning Rescue atau-apa-itu-entahlah aku tidak punya, tapi kalau kau mau-" Ichika memberikan air minum nya dan dengan cepat disambar oleh orang itu.

"Ahh, AKU HIDUP KEMBALI!" Setelah meminumnya orang itu kembali bersemangat dan berteriak. "Air isotonik ya? lumayanlah" tambahnya mengomentari minuman yang diberikan Ichika.

"Ehh, tapi aku sekarang ada dimana ya?" Dengan lugunya orang itu bertanya lagi pada Ichika sambil memandang sekelilingnya.

"Kau berada di Infinite Stratos Academy, tempat dimana kamu dilatih untuk memiloti Infinite Stratos" Ichika menjawab sambil mejelaskan.

"Ahh, IS Academy ya. Jauh juga aku hanyut ya?" Balas orang itu dengan santai bangkit dari pingsan nya setelah memulihkan diri sambil membereskan tas besarnya yang basah.

"Hanyut?" Tanya Ichika bingung.

"He eh, gara-gara hari itu aku tergelincir sewaktu menyeberangi sungai deras, di hari hujan waktu itu. Yah, itu memang kesalahanku sendiri nekad menyeberangi sungai waktu itu" Orang itu menjelaskan alasan kenapa dia bisa terdampar.

"Kau ini, semacam pengembara ya?" Tanya Ichika lagi yang kelihatan nya mulai tertarik dengan cerita orang ini.

"Lebih tepatnya backpacker!" Pertegas orang itu.

"Kalau dugaan ku benar, kau pasti Orimura Ichika kan?" Tanya orang itu pada Ichika.

"Darimana kau tahu?" Dengan sedikit terkejut Ichika bertanya balik.

"Meeh, meskipun aku ini seorang backpacker, tapi aku tetap bisa mencari informasi melalui media TV dan Internet, terutama kau yang disebut-sebut sebagai pilot IS pria pertama didunia, jadi tidak heran bila beritanya heboh!" Orang itu menjawabnya dengan jelas sekali alasan nya.

"Jadi, kenapa kau ini jadi pengembara?" Tanya Ichika lagi setelah mendapatkan jawaban yang jelas sebelumnya.

"Itu. Rahasia" Balas orang itu. "Ngomong-ngomong, bagaimana agar aku bisa pergi dari sini?" Tanya nya lagi pada Ichika.

"Yah, kau bisa keluar dari sini melewati monorail yang ada disana" Ichika menunjukan stasiun monorail sekolahnya yang terhubung dengan daratan lain disebelahnya.

"Baiklah, kalau begitu besok aku akan pergi dari sini" Seraya orang itu sudah mengeluarkan isi barang-barangnya yang basah.

"Eh, kenapa?" Tanya Ichika lagi.

"Jangan bilang 'Ehh, kenapa?', aku bukan murid disini jadi aku tak punya hak untuk menetap disini. Yah, sampai besok pagi" Jawab tegas lagi orang itu.

"Tapi kenapa harus besok?" Tanya Ichika lagi.

Orang itu menjawab lagi dengan nada yang agak jengkel karena ditanyai terus oleh Ichika. "Apa kau tidak lihat jam berapa sekarang? Tambah lagi apa kau tidak lihat barang-barangku? Semua kacau!".

"M-Maaf kalau begitu" Ichika sedikit menunduk minta maaf.

"Tidak usah minta maaf" Jawab orang itu kali ini dengan santai. "Ini sudah terbiasa kok" Tambahnya lagi. "Pasti rasanya sulit ya beradabtasi dengan laki-laki setelah sering bersosialisasi dengan perempuan terus?" Orang itu menanyai Ichika.

"Yah, jujur sebenarnya sih iya. Tapi setidaknya aku punya banyak teman disini" Sambil malu-malu sedikit Ichika menjawab.

"Kau pasti punya banyak teman-teman yang baik disini. Yah, kalau kau pintar bergaul" Balas orang itu lagi. "Oh iya, ini botol minum mu, aku berhutang budi satu padamu" Orang itu mengembalikan botol minum Ichika sambil mengangkat jari telunjuk kiri nya dan beranjak pergi.

"Ehh, kau sudah mau pergi sekarang?" Heran Ichika karena sebelumnya orang itu berkata akan pergi besok pagi tapi sudah bersiap-siap untuk pergi.

"Bodoh, aku cuma mau pindah tempat. Kalau aku mendirikan tenda dipinggir pantai nanti bisa kena air pasang!" Jawab jelas lagi orang itu sambil pergi mencari tempat aman.

"Hei, kalau boleh tahu siapa namamu?" Teriak Ichika dari kejauhan.

"Namaku Shinji Sanada!" Balas orang itu yang ternyata bernama Shinji Sanada. "Suatu hari nanti pasti kita akan bertemu lagi!" Lanjutnya lagi.

Pagi besoknya, sesuatu yang berjalan seperti biasanya berubah menjadi aneh ketika beberapa siswi melihat tenda yang didirikan ditengah jalan ditambah lagi dengan jemuran pakaian dan barang-barang disamping tenda itu. Tak lama setelah itu dari tenda itu keluar Shinji yang masih agak mengantuk dengan memakai celana dalam saja keluar dari tenda sambil memegang jam weker yang sepertinya rusak.

“Ahh, pantas alarm nya gak berbunyi” Gumam Shinji sendirian sampai akhirnya dia tersadar ditontoni oleh banyak perempuan dengan mengenakan celana dalam.

“Ada yang bisa kubantu?” Jawab Shinji dengan santainya tanpa memperhatikan sekelilingnya para perempuan itu yang sebagian menutupi matanya dengan malu-malu dan ada juga yang berbisik-bisik seakan berpikir ada orang gila yang tersesat di sekolah mereka.

“Siapa dia ini?” bisik salah satu murid kepada teman nya.

“Murid barukah?” Jawab salah seorang siswi lain nya yang masih penasaran.

“Tapi kenapa dia tidur disini?” Heran salah satu murid disana lagi.

Sampai akhirnya Fang Lin Yin datang menyerobot karena penasaran ada apa disana. “Permisi-permisi aku mau lewat!”

Setelah meilhat Shinji yang hanya memakai celana dalam Lin Yin pun kontan langsung berteriak dengan muka merah sambil menutupi matanya dengan tangan nya. “HUAH!!! ADA ORANG MESUM!!!”

Merasa tidak terima dikatai seperti itu dengan kesal Shinji membalasnya. “Mesum dari mananya, hah?” Sambil menunjuk Lin Yin seakan siap untuk berdebat dengan nya.

“Kau tidak sadar sedang pakai apa? Dasar orang mesum!” Protes Lin Yin.

“Kalau cuma celana dalam itu tidak masalah! Kecuali kalau aku telanjang bulat baru itu bisa dibilang mesum!” Shinji membalas pembantahan Lin Yin.

“Biar Cuma pakai celana dalam tapi tetap saja itu pelecehan seksual!” Balas Lin Yin lagi.

“Kau bisa sebut itu pelecehan seksual kalau kau tidur dimalam hari dengan laki-laki!” Shinji kembali membalas.

Sampai akhirnya Ichika bersama dengan Houki yang kebetulan lewat saat itu melihat keramaian disana dan mendatangi tempat itu.

“Ada apa ini?” Sambil menyerobot Ichika bertanya pada salah satu murid yang melihat.

“Fang Lin Yin sedang berkelahi dengan orang aneh disana!” Jawab siswi yang ditanyai Ichika. Merasa sepertinya Ichika mengenali siapa orang aneh yang dimaksud dia mempercepat pergerakan nya dan melihat Lin Yin dan Shinji sedang beradu mulut.

“Sedang apa kalian?” Tanya Ichika dengan heran di ikuti dengan Houki yang datang menyusul.

“Kau kenal dia?” Tanya Lin Yin pada Ichika.

“Baru kemarin sore” Shinji menjawab pertanyaan Lin Yin.

“Aku tidak tanya kamu!” Lin Yin yang masih kesal dengan Shinji kembali memarahinya.

“Tapi memang benar kok!” Shinji membalas balik.

“Tunggu dulu, sepertinya aku pernah melihat orang itu sebelum hari ini” Houki mulai mencurigai muka Shinji yang sepertinya pernah ia lihat.

“Ehh, kau pernah bertemu dengan nya?” Tanya Ichika pada Houki.

“AH! Kau gadis kendo waktu itu ya?!” Shinji mulai ingat pertemuan nya pertama kali dengan Houki hari itu saat liburan musim dingin nya.

Flashback

“Kenapa buah pohon kesemek itu semakin sedikit?” Houki heran melihat pohon kesemek disamping dojo kendo nya yang tadinya banyak menjadi sedikit.

Setelah beberapa saat Houki melihat ada orang yang sedang melompat mengambil buah kesemek itu, yang ternyata adalah Shinji Sanada.

“Kurang ajar!” Dengan kesal Houki mengambil boken nya dan keluar menemui maling itu.

“Hei kamu!” Houki membentak Shinji yang sambil makan buah kesemek itu terkejut.

“Wah gawat!” Sambil mengunyah buah kesemek dan membawa buah curian nya Shinji kabur.

“Kembalikan buah itu!” Houki mulai memarahi Shinji.

“Maaf tapi aku lagi kelaparan, setidaknya ini cukup untuk makanan ku sampai besok pagi! Aku tidak akan melupakan kebaikanmu!” Dengan cepat Shinji pamit dan kabur dengan cepat dari kejaran Houki.

“Sial” Kesal Houki sambil kelelahan karena berlari.

Return

“Begitulah” Houki mengakhiri ceritanya.

“Entah kenapa aku jadi mulai tertarik dengan cerita petualangan nya?” Ichika mempertanyakan dirinya sendiri.

“Ahh, lupakanlah hari itu, cuma buah kesemek saja masih dipermasalahkan” Dengan santai Shinji menutupi topik pembicaraan maling buah itu. “Karena kebetulan kamu ada disini ada yang ingin kutanyakan padamu” Shinji mengalihkan pembicaraan nya pada Ichika.

“Ada apa?” Tanya Ichika balik.

“Menurutmu apa orang yang hanya memakai celana dalam itu orang mesum?” Shinji bertanya pada Ichika.

“Tentu saja iya kan?!” Lin Yin memotong jawaban Ichika langsung.

“Aku tidak minta jawabanmu!” Kesal Shinji.

“Terserah aku!” Lin Yin mengejek Shinji sambil mejulurkan lidah mengejek.

“Y-Yah, kalau menurutku sih itu tidak terlalu memalukan atau mesum” Jawab Ichika.

“AHA! Kau dengar itu!” Shinji berteriak seakan sudah menjadi pemenangnya.

“Itukan pendapat dia!” Seakan Lin Yin masih tidak setuju dengan jawaban Ichika.

“Kalau Houki sendiri bagaimana?” Lin Yin menanyai Houki langsung.

“Menurutku tidak ada sesuatu yang porno dari itu” Jawab Houki santai.

“HAHA! 2-0 !” Tertawa senang Shinji melihat kedudukan suara pendukungnya.

“Sial...” Kesal Lin Yin karena kalah suara.

“Apa perlu kita mengadakan pemungutan suara siapa yang benar heh?” Tantang Shinji dengan yakin. Tepat setelah Shinji mengatakan itu bel masuk kelas telah berbunyi.

“Kita lanjutkan lagi saat jam pulang nanti!” Lin Yin seraya masih ingin bertempur dengan Shinji.

“Maaf tapi pada saat itu aku sudah pergi” Jawab Shinji sambil mengambil jemuran baju nya.

“Kenapa? Kau takut kalah? Karena itu kau mau melarikan diri?” Ejek Lin Yin lagi.

“Meeh, bukan nya karena aku pengecut gadis twintail, tapi aku ingin melanjutkan perjalanan ku. Lagipula aku sudah menang kok” Shinji menjawab dengan alasan nya tersendiri sambil memanggil Lin Yin dengan sebutan ‘gadis twintail’. “Dan sepertinya kau tidak memiliki masalah lagi dengan laki-laki yang memakai celana dalam” Tambah Shinji lagi sambil menyadarkan Lin Yin yang terus memandanginya.

“Ehh? B-Bodoh! Tentu saja masih!” Dengan muka merah Lin Yin langsung pergi meninggalkan tempat itu menuju ke kelasnya.

“Hah, dasar gadis cerewet” Shinji menghela nafas sehabis perang mulut dengan nya.

“Yah, dia kadang memang seperti itu” Ichika menambahkan.

“Kau tidak masuk ke kelas?” Shinji menyadarkan Ichika yang masih berdiri disitu.

“Ah iya! Sial, Houki tidak bilang-bilang sudah pergi!” Ichika berlari menyusuri jalan menuju kelas nya.

“Heh, setidaknya aku ada hiburan pagi sebelum pergi” Sambil bergumam sendiri Shinji masuk kembali ketendanya buat ganti baju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar